Terkait Pembongkaran Arena Ketangkasan Unggas Petobo, Gubernur Cudy Minta Polres Sigi Jangan Menyusahkan Masyarakat

oleh -
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura saat menerima warga kelurahan Petobo di ruang kerjanya, Rabu 25 Agustus 2021. | Foto: Ist

PosRakyat – Gubernur Sulteng Rusdy Mastura meminta kepada aparat Polres Sigi untuk tidak menyakiti dan menyusahkan masyarakat. Hal ini disampaikannya terkait pembongkaran arena ketangkasan unggas yang ada di Wilayah Kelurahan Petobo, Kota Palu.

Menurut Gubernur Cudy hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Kapolri. Terlebih di masa penanganan bencana alam 2018 dan masa pandemi saat ini.

‘’Ya jangan buat susah dan mengakibatkan rakyat sulit mencari nafkah. Kita aparat harus sabar dan mengerti ini masa-masa susah semua. Apalagi mereka ini Ina-ina kan sedang tidak jualan karena mengikuti imbauan Polda dan Polresta Palu soal PPKM. Saya minta jangan sakiti hati rakyat,” tegas Gubernur usai menerima warga penyintas Petobo di ruangan kerjanya, Rabu 25 Agustus 2021.

“Saya sesalkan itu mengambil jualan, lampu, televisi dan lain-lain itu tadi mereka bertemu saya,’’ sambungnya.
Perempuan penyintas Petobo yang datang sekira 12 orang dipimpin Ketua Umum GARUDA Sulteng Muhammad Rino dan Sekretaris Umum SATMA Pemuda Pancasila MR Kamase.

Selain itu, gubernur juga menegaskan agar masyarakat mematuhi PPKM yang ditetapkan pemerintah.

‘’Jangan melawan tapi aparat juga jangan buat susah. Semua harus sama-sama memahami ini situasi sulit. Semua harus bisa memberi contoh yang baik. Nanti setelah PPKM silahkan buka lagi dan koordinasi dengan aparat kan begitu saja kan,” tandas Gubernur Cudy.

Sementara perwakilan perempuan penyintas Petobo, Mama Aco menyebut, bahwa perlengkapan jualannya sudah diambil semua oleh aparat. Padahal saat itu dirinya tidak berjualan, karena ada seruan Polda dan Polresta Palu tidak boleh jualan.

“Kenapa diambil semua Pak gub? Kita ini mau cari makan, bukan mencuri,’’ ujarnya.

Sebelumnya, sekira 80 anggota Polres Sigi meratakan arena ketangkasan unggas di Petobo pada Minggu, 22 Agustus 2021. Sejumlah barang bukti diamankan. Seperti genset, TV, CCTV dan perlengkapan jualan warga di sekitar lokasi.

Ketua Ormas Gerakan Rakyat untuk Daerah (GARUDA) Mohammad Rino yang menjadi penanggung jawab arena menyesalkan tindakan aparat Polres Sigi itu.

Menurut Rino, arena sedang ditutup dan tidak ada kegiatan sesuai perintah Polres Palu dan Polda Sulteng.

“Saat kejadian saya sedang berada di Tolai. Saya tidak melihat langsung apa yang dilakukan anggota Pokres Sigi. Warga melaporkan ke saya yang melakuka aparat Polisi dari wilayah Sigi,” ujarnya kepada sejumlah media di Palu, Senin 23 Agustus 2021 pagi.

“Menurut warga mereka juga membongkar gudang dan membawa 2 unit TV dan mesin Genset yang ada di gudang,” sambung Rino.

“Kami sangat menyesalkan tindakan aparat Polres Sigi yang merobohkan bangunan dan membawa warga yang hanya menanam rica di sekitar lokasi,” katanya lagi.

Rino mengatakan, arena ketangkasan unggas tersebut menjadi sumber mencari nafkah bagi banyak penyintas bencana Petobo, yang hingga saat ini masih menghuni hunian sementara ( Huntara).

“Ada banyak yang menggantungkan hidupnya disekitar arena itu, dan yang paling mengherankan lagi, arena tutup tapi di gerebek,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama yang dikonfirmasi membenarkan anggotanya telah melakukan penggerebekan di lokasi tersebut.

Namun Kapolres membantah bahwa lokasi tersebut berada di Wilayah Petobo, Kota Palu. Kapolres menyebutkan bahwa lokasi berada di Ngata Baru, wilayah Kabupaten Sigi.

“Ngata Baru. Setau anda Petobo Petobo. Tapi lokasi Ngata Baru. Untuk lebih lengkapnya ke kantor saja, saya lagi rapat,” singkatnya, saat dikonfirmasi via telepon, Senin 23 Agustus 2021.***