Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pembangunan Jalan di Kabupaten Donggala, Divonis 1 Tahun Penjara

oleh -
Mantan Kepala Disnakertrans Donggala, H Zaiful SE MM, diperintahkan Majelis Hakim berdiri sebelum mendengarkan amar putusan terhadap dirinya terkait kasus korupsu ruas jalan Desa Ngovi- Bonemarawa 2017, di Pengadilan Tipikor Palu. ( Foto : Fir)

Palu,Posrakyat.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palu menjatuhkan vonis terhadap mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Donggala, H Zaiful SE MSi, Direktur PT Super Sakti Sejahtera, Sigit Prabowo, dan Site Engineering (Konsultan Pengawas Proyek) Firman HS Lahaji, masing-masing divonis pidana satu tahun penjara.

Selain itu ketiga terdakwa dituntut membayar denda Rp 50 juta, apabila tidak membayar denda itu maka ditambah satu bulan kurungan penjara.

Ketiganya merupakan terdakwa kasus korupsi pembangunan ruas jalan penghubung sepanjang 8,3 Kilometer Desa Ngovi- Bonemarawa, Kecamatan Rio pakava, Donggala, merugikan negara Rp1,4 Miliar Tahun 2017.

Dalam amar putusannya yang dibacakan Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada SH MH, di Pengadilan Tipikor Palu pada Kamis 5 Maret 2020, menyatakan, bahwa terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dalam ancaman pidana pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Hal yang memberatkan ketiga terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, sedangkan hal meringankan terdakwa Sigit Prabowo telah menitipkan uang Rp1,4 Miliar untuk diperhitungkan sebagai pengembalian kerugian negara,”ungkap Made Sukanada.

Usai pembacaan putusan, Made Sukanada, memberikan kesempatan kepada terdakwa beserta penasehat hukumnya, demikian berlaku pada JPU Kejari Donggala, selama 7 hari menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum.

Dalam dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Erfandy  Rusdy Quiliem SH MH, menguraikan, tahun 2017 Disnakertrans mendapatkan kegiatan pembangunan jalan poros penghubung desa Ngovi- Bonemarawa, sumber dananya berasal dari APBN Rp 13,5 miliar.

Sedangkan petunjuk operasional  kegiatan pembangunan jalan tersebut Rp12,2 miliar dan supervisi Rp 734,5 juta.

Kata dia, dalam pelaksanaan lelang paket pekerjaannya dimenangkan PT. Super Sakti Sejahtera dengan Direktur Sigit Prabowo dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Dia menyebutkan, dalam pelaksanaan pekerjaan, Sigit Prabowo tidak menggunakan tenaga ahli seperti dalam penawaran. Namun yang ada di lapangan untuk pekerjaan Supervisi Firman HS.Lahaji selaku Site Enginering.

Selain itu kata dia, dalam pelaksanaannya Sigit Prabowo bersama  Firman HS Lahaji , telah disetujui H Zaiful untuk pekerjaan lapis pondasi agregat kelas C menggunakan material langsung diambil dari sungai tanpa proses mekanis.

”Pekerjaan terhadap lapis pondasi tidak sesuai spesifikasi dan tidak bisa dibayarkan Rp 125,8 ribu per meter kubik, pekerjaan timbunan pilihan  Rp 108 ribu per meter kubik, pekerjaan galian struktur kedalaman 0-2 m harga bahan Rp 50 ribu tidak dibayarkan,”terangnya.

Akibat perbuatan H Zaiful, Sigit Prabowo dan Firman HS Lahaji menimbulkan kerugian Negara Rp 1,4 miliar.  (Fir/ZF)