Tokoh Muda Alkhairaat: Anggaran Munas KAHMI di Sulteng Perlu Ditinjau Kembali 

oleh -
oleh
Tokoh muda Alkhairaat, Habib Sadig al-Habsyi. Foto: Ist

PosRakyat – Tokoh muda Alkhairaat, Habib Sadig al-Habsyi menilai ada penyalahgunaan kewenangan dalam alokasi anggaran Pemda Sulawesi Tengah untuk Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (Munas KAHMI).

“Alokasi 14 Miliar dana APBD untuk Munas KAHMI adalah dugaan bentuk penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Ketua DPRD Sulteng. Kita semua tahu bahwa suami beliau, Ahmad M. Ali, adalah Wakil Ketua KAHMI,” jelas Habib Sadig kepada media ini, Selasa.

Menurutnya, bantuan Pemda bagi kehidupan organisasi adalah hal yang wajar dan sah secara formal. Akan tetapi, besaran bantuan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi sosial di daerah.

“Masih banyak masyarakat yang perlu dibantu oleh Pemda Sulteng. Dana 14 M itu tidak sedikit. Mengapa tidak dialokasikan untuk korban bencana alam gempa bumi dan likeufaksi PASIGALA, bantuan masyarakat miskin, atau permodalan untuk UMKM?” ujarnya.