Tokoh Pemuda Lauje Ajak Hentikan HOAX

oleh -
Takoh Pemuda Lauje, Lasnardi Lahi. (Istimewa)

Palu, Posrakyat.com – Salah Satu Tokoh Pemuda Lauje Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Lasnardi Lahi mengajak seluruh element masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita hoax, SARA yang hanya dijadikan komoditas politik serta ujaran kebencian. Pasalnya, media sosial di Sulawesi Tengah, mulai dibanjiri dengan berita-berita yang berbau kebohongan.

” Untuk menjaga kondusifitas bersama, hentikan penyebaran, hoax, SARA serta ujaran kebencian,” kata Lasnardi Lahi, Kamis (14/3/2019).

Menurut Ketua Bappilu DPD Partai PDI-Perjuangan Sulteng ini, dirinya mengaku prihatin atas maraknya hoax di group-group Medsos di Sulteng. Mereka menjejali publik dengan berita berkomuditi politik yang menimbulkan kebencian.

” Saya secara diam-diam juga memperhatikan sudah banyak masyarakat yang menggunakan SARA sebagai komoditas politik, hoax sebagai konsumsi beritanya dan ujaran kebencian sebagai hobbynya,” kata Wadi sapaan akrab salah satu Caleg DPRD Provinsi Dapil II Kabupaten Parimo ini.

Untuk itu Lasnardi Lahi meminta agar aparat Kepolisian juga jeli dan menindak pelaku penyebar hoax.

Lasnardi berharap, kampanye dan sosialisasi beredarnya berita hoax ini, harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat, pemerintah serta TNI dan Polri.

Ia menambahkan, bahwa kondisi berpolitikan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia menjelang Pileg dan Pilpres 2019, harusnya dapat mematangkan dan mendewasakan masyarakat dari berbagai lapisan dengan berdemokrasi yang bermartabat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Olehnya sangat dibutuhkan sinergitas TNI, Polri, Pemerintah Daerah, penyelenggara pemilu serta masyarakat dalam menjaga kondusifitas, rasa aman dan nyaman selama kampanye berlangsung, saat pemilihan maupun setelah pemilihan.

” Yang jelas kami masyarakat Lauje mendukung Pemerintah Daerah dalam mewujudkaan situasi yang kondusifitas, sehingga pelaksanaan Pileg dan Pilres 2019 bisa berlangsung aman, damai dan bermartabat,” pungkasnya. (AM)

loading...