Yusri Di Pilkada Pasangkayu

oleh -175 views
Muhammad Yusri Nur

Pasangkayu, Posrakyat.com – Memulai kiprah politik pada pemilu 2014 lalu, Muhammad Yusri Nur langsung mendapat perhatian publik karena dianggap mampu memberi warna baru di kancah politik daerah.

Kepiawaiannya mulai terlihat saat debutnya memimpin partai. Perangainya yang sederhana selaras dengan gaya bahasanya yang santun dan teratur. Hampir tak ada yang menyangsikan kapasitasnya baik kawan maupun lawan politiknya.

Meski tidak lolos ke DPRD Sulawesi Barat saat itu, namun sebagai ketua partai, mantan ketua KPUD Pasangkayu itu berhasil melejitkan nama Demokrat, karena berhasil meraih lima kursi menyamai dua partai teratas lainnya.

Di bawah panji partai berlambang mercy itu, ia hanya bertahan selama tiga tahun. Selebihnya, ia menghabiskan waktu menjadi staf ahli bupati Mamuju Tengah.

Berselang beberapa waktu kemudian, ia kembali menahkodai Perindo Pasangkayu, partai baru peserta pemilu 2019.

Pada kesempatan ini, Muhammad Yusri Nur, mendulang kesuksesan dengan meraup suara signifikan dan mengantarkan dirinya duduk sebagai pembawa amanat rakyat di DPRD Sulawesi Barat hingga 2024.

Tak hanya itu, Perindo yang baru, juga mendapat efek positif dengan mengamankan tiga kursi perwakilan di DPRD Pasangkayu. Hasilnya, Perindo menjadi partai yang cukup diperhitungkan.

Setelah dilantik menjadi anggota DPRD Sulawesi Barat di penghujung September lalu, ia langsung turun menjaring asmara (aspirasi masyarakat) di dapil Pasangkayu.

Dari sini, namanya mulai dikaitkan dengan pilkada Pasangkayu. Iapun tidak menyanggah hal itu. Bahkan, ia lebih terbuka mengutarakan niatnya untuk maju.

Ini bukan kali awal bagi dia maju di pilkada Pasangkayu. Pada tahun 2015 lalu, ia juga turut serta meramaikan kontestasi pilkada Pasangkayu menggandeng mendiang Amran Nuhung.

Ketika pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Pasangkayu di beberapa partai politik baru-baru ini, ia kerab terlihat bergandengan dengan Abdullah Rasyid, politisi gaek mantan bupati Pasangkayu.

Ia mengkonfirmasi, keseriusannya maju bersama, sudah dipersiapkan. Abdullah Rasyid juga tidak menafikan hal tersebut. Keduanya punya visi yang sama tentang Pasangkayu ke depan.

Walau begitu, tak berarti tak mendapat sorotan. Justru sebagian kalangan menilai, Yusri hanya memanfaatkan momen untuk mengangkat popularitas pribadi.

Tapi itu, ditepis Yusri. Terbaru, ia menjelakan, keluarga besarnya sudah memberikan dukungan penuh dengan segala konsekuensi.

Di salah satu cafe di kota Pasangkayu, Selasa, 7 Januari 2020, bersama seorang peneliti dari salah satu lembaga survei, kepada media ini kembali mengklarifikasi isu beredar mengenai ketidaksiapan dirinya.

Sebelumnya, ia juga terlihat menjadi narasumber di acara diskusi kepemudaan yang terkait kelanjutan masa depan pembangunan Pasangkayu.

Pada saat bicara, dia menyelipkan visinya soal masa depan daerah ini. Ia juga meyakinkan bahwa ia sangat siap menghadapi pilkada nanti.

Sehari sesudah acara, politisi kawakan yang berperawakan tenang ini turun menemui pendukungnya di beberapa titik untuk menjelaskan soal isu itu.

Melihat perkembangan yang ada, senada dengan penyataan peniliti tesebut, Yusri menilai, loyalis Abdullah Rasyid masih seperti sedia kala, tidak berubah, justru menunjukan tren positif.

Berdasarkan hasil penelitian lembaga survei yang masih enggan dikemukakan namanya ini, menyebutkan kesempatan Abdullah Rasyid-Yusri Nur masih berpeluang dengan berbagai simulasi.

“Sekarang ini, swing voter (pemilih ragu) dan undecided voters (pemilih mengambang) masih potensi untuk dipengaruhi. Sebagai modal awal bagi calon, minimal mempunyai elektabilitas sepuluh persen, sedang lainnya bisa mengikut termasuk popularitas dan finansial sebagai cost (biaya),” kata peneliti itu.

Sebagai sampel, 3.800 suara yang diraih Yusri atau lima persen total jumlah pemilih saat pileg April lalu, merupakan angka cukup lumayan, itu belum bergerak, lanjut peniliti tersebut.

Ia menambahkan, untuk mengukur elektabilitas calon, yakni melihat banyak  intensitas perbincangan dari segi positifnya. Dan pasangan Abdullah Rasyid – Yusri Nur masuk di kategori ini.

Arham Bustaman

loading...