1 Kg Sabu Asal Sumsel Berhasil Digagalkan Polda Sulteng, Diduga Pesanan Napi di Palu

oleh -
Pelaku inisial H.I asal Sumsel yang membawa sabu sebanyak 1 Kg, ditangkap di Bandara Mutiara Palu, Selasa (12/2/2020) malam. [Humas Polda Sulteng]

Palu, Posrakyat.com – Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menggagalkan pengiriman barang haram jenis sabu sekira satu kilogram (kg), yang dibawa oleh salah seorang penumpang maskapai nasional yang berinisial HI  pada Selasa, (11/2/2020) malam.

Diketahui, pelaku inisial H.I (27)  beralamat di Kecamatan Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), ia terbang dari Bandara Kualanamu Medan, Sumatra Utara dan sempat transit di Jakarta lalu melanjutkan perjalanan tujuan Palu.

Kabid Humas Polda Sulteng  Kombes Didik Supranoto dalam keterangan persnya mengatakan, pelaku yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Sulteng itu, berawal dari informasi masyarakat akan adanya seseorang yang membawa narkotika jenis sabu dengan menumpang salah satu maskapai nasional.

”Setelah koordinasi dengan pihak bandara pelaku diamankan saat memasuki ruang kedatangan dan dilakukan penggledahan, ternyata didalam tas yang dibawa telah disimpan dua plastik besar kristal putih didalam sepatu warna hitam yang diduga sabu dengan berat kurang lebih 1 Kg sabu.” Terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan pelaku H.I yang dikembangkan, barang haram tersebut diduga dipesan oleh Y.H yang ternyata dari Rutan Maesa Palu. Setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Rutan, Petugas langsung melakukan penggledahan di Blok rutan terhadap saudara Y.H dan menyita dua buah handphone yang diduga terdapat pembicaraan dengan pelaku H.I.

Saat ini pelaku tersebut diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulteng berikut barang bukti berupa dua plastic kristal putih diduga sabu 1 Kg, uang tunai Rp 650.000, sepasang sepatu warna hitam, satu buah ransel, satu buah tas kecil warna coklat, satu buah hand phone dan KTP atas nama H.I.

Selanjutnya, menurut Kabid Humas Polda Sulteng,  pelaku dapat diancaman pasal 112 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal hukuman penjara seumur hidup.

Atas kejadian itu,  Kabid Humas Polda Sulteng menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada masyarakat yang sampai saat ini masih mempunyai kepedulian untuk memberikan informasi dan melapor kepada Polri tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Sulawesi Tengah.

“Polda Sulteng dan jajaran akan terus berkomitmen memberantas peredaran gelap narkoba di Sulteng dan menindak tegas para pelakunya, bila melawan tembak ditempat, tiada hari tanpa pengungkapan kasus narkoba itu prinsip kami,” kata Kabidhumas Polda Sulteng. (ZF)

 

loading...