3 Cara Cegah Pnemonia Pada Anak

Redaksi
Ilustrasi
A-AA+A++

PosRakyat – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan sosialisasi cara pencegahan masuknya bakteri mycoplasma yang bisa menyebabkan radang paru (pneumonia) pada anak.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan ada tiga cara mencegah pneumonia tersebut.

Baca Juga: Aktifitas PETI di Wilayah Hukum Polres Tolitoli Kembali Marak, Ini Kata Kapolres

Baca Juga: Pemprov Sulteng Diminta Beri Kepastian Soal SKPT Lahan

Pertama kata dia, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kedua, melakukan imunisasi rutin lengkap pada anak. Dan ketiga, menggunakan antibiotik jika sudah terlanjur sakit.

Ngabila menyebut total ada 15 imunisasi gratis yang disediakan oleh pemerintah serta vaksin influenza berbayar mandiri untuk usia enam bulan ke atas terutama kelompok rentan yakni balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, dan tenaga kesehatan.

Untuk antibiotik sendiri, Ngabila meminta agar masyarakat memperhatikan antibiotik yang dikonsumsi atas resep dokter, karena bakteri ini juga rentan terhadap orang dengan resistensi antibiotik yang justru bisa menyulitkan penyembuhan.

Ia mengatakan, untuk mencegah keparahan penyakit radang paru, masyarakat perlu melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga apabila terdeteksi terkena penyakit ini bisa segera dilakukan pengobatan.

“Jika ada indikasi pemeriksaan jenis kuman oleh dokter akan dilakukan PCR multipleks untuk mendeteksi beberapa jenis virus dan bakteri termasuk mycoplasma agar terapi lebih spesifik sesuai jenis kuman penyebab,” katanya.

Lebih lanjut kata Ngabila, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak panik terhadap pneumonia bakteri mycoplasma. Bakteri penyebab infeksi saluran napas yang cukup sering ditemukan sejak lama ini bukan sesuatu yang baru.

Penularan pneumonia ini umumnya melalui percikan dahak dan batuk (droplet) atau bisa juga kontak jarak yang cukup erat dan lama.

Adapun masa inkubasi atau dari terpapar bakteri sampai muncul gejala pertama kali berkisar 1-4 minggu, paling sering 2-3 minggu.

“Dari muncul gejala pertama sampai bisa berpotensi sesak napas atau memburuk sekitar 3-7 hari,” ungkap Kasi Ngabila.

Dia meminta kepada para orang tua jika anak mengalami sakit dan sudah diobati sendiri tapi tidak membaik dalam kurun waktu 2-3 hari, sebaiknya dibawa ke dokter dan fasilitas kesehatan untuk mendapat pengobatan lebih baik.***

Berita Terbaru

Ijazah Wapres Gibran Jadi Polemik, Dian Sandi Tegaskan Hal Ini

PosRakyat.com – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian...

Presiden Prabowo: Masyarakat Pelosok Berhak Nikmati Infrastruktur yang Layak

PosRakyat.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi...