PosRakyat – Warga Hunian Tetap (Huntap) di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, mengeluhkan ketiadaan fasilitas dasar seperti jalan rabat dan saluran drainase. Huntap yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu kerap tergenang air saat hujan karena tidak memiliki sistem pembuangan air yang memadai.
“Di sini ada dua jenis bangunan. Satu dibangun langsung oleh balai perumahan, satunya lagi oleh pemerintah provinsi. Nah, Huntap yang dibangun Pemprov ini tidak punya jalan rabat dan drainase, jadi kalau hujan selalu tergenang,” ungkap salah seorang warga yang ditemui media ini di lokasi Huntap Poi, beberapa waktu lalu.
Hasil pantauan tim media menunjukkan, Huntap yang dibangun melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulteng tersebut belum dilengkapi fasilitas penting seperti jalan lingkungan, drainase, dan sumur suntik yang belum tersambung ke unit hunian.
Padahal, berdasarkan data yang dikutip dari TribunPalu, anggaran untuk pembangunan jalan dan drainase di Huntap Poi telah disiapkan sebesar Rp 1,6 miliar pada tahun 2023. Namun hingga kini, realisasi fisik di lapangan belum terlihat.
Baca Juga: Di Tengah Keresahan Politik, PPI Lawyers Club Bahas Masa Depan Demokrasi Indonesia
Baca Juga: P3K Sulteng Resmi Diangkat, Gubernur Anwar: Kerja Keras dan Disiplin
Sebagai informasi, pembangunan Huntap Satelit di Desa Poi bersumber dari APBD Sulteng tahun anggaran 2022 dengan nilai Rp 6,51 miliar untuk 56 unit rumah. Jika digabungkan dengan anggaran jalan dan drainase, total biaya proyek ini mencapai Rp 8,165 miliar.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan ini agar Huntap yang seharusnya menjadi tempat tinggal layak tidak justru menimbulkan masalah baru bagi penghuninya.
(ZF)



