Dewan Penasehat LS-ADI Ajak Semua Pihak Dukung Maklumat Kapolri Cegah Virus Corona

oleh -
Muh. Habib Sadiq Alhabsyi. (Foto : Istimewa)

Palu,PosRakyat.com – Dalam rangka memutus penyebaran wabah Corona Virus Desease (Covid-19), Tokoh Muda Alkharaat Habib Sadiq Alhabsyi berharap pada semua pihak agar mendukung perintah isi Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penyebaran Covid -19.

Habib Sadiq Alhabsye juga meminta kepada masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama – sama mematuhi imbauan Pemerintah tersebut dengan membatasi diri dari aktifitas sosial (Sosial Distancing).

Pembatasan ini menurut Sadiq guna mempercepat penanganan pandemi virus corona yang kian mewabah ke sejumlah daerah di Indonesia.
Sementra Surat Edaran Gubernur dan Maklumat Kapolri itu menurut Sadiq, harus didukung oleh semua pihak baik itu tokoh agama, akademisi maupun pihak lain untuk ikut menjalankan dan mengsosialisasikan.

Selain itu kata dia, maklumat Kapolri jika dipatuhi bisa mengantisipasi penyebaran virus di wilayah belum positif Corona seperti di Sulteng.

“Semoga bersama kita menjalani cobaan ini (Virus Corona), mari kita saling dukung mendukung, baik akademisi, ulama dan semua pihak agar mengsosialiaskan dan melaksanakan, Surat Edaran Gubernur dan Maklumat Kapolri,” kata Habib Sadiq, baru baru ini.

Habib Sadiq yang juga sebagai Dewan Penasehat LS-ADI itu mengatakan bahwa, wabah Covid-19 tidak hanya dilihat sebagai penyakit menular mematikan, tetapi virus dimaknai sebagai cobaan dan tantangan kepada seluruh umat muslim agar meningkatkan keimanan diri, ketaqwaan kepada Alllah SWT melebihi rasa takut terhadap virus itu sendiri.

Olehnya kata dia, meskipun Sosial Distancing menjadi kebijakan Negara, tetapi Lock down harus diimplementasikan setiap orang.

“Jadi ketika pemerintah mengatakan Sosial distancing sebenarnya pribadi kita masing-masing atau khususnya masyarakat menglock down dirinya sendiri. Lock down yang dimaksud harus mengisolasi diri. Menahan diri dari Fitna dan kemaksiatan yang bisa membawa kerusakan dalam kehidupan masyarakat,” tuturnya, Rabu (25/3).

Lanjut Habib Sadiq mengatakan, ketika masyarakat patuhi berdiam diam diri di rumah, maka tanggungjawab Pemerintah adalah melahirkan kebijakan yang berpihak terhadap masyarakat lapisan bawah.

Disaat Pemerintah mengkucurkan anggaran sangat besar untuk pemenuhan obat-obat dan peralatan Kesehatan, tetap harus ada kepedulian sosial dari para elite politik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpartisipasi membantu ekonomi masyarakat.

“Gaji DPR, DPRD, DPD dan PNS perlu dipangkas untuk disumbangkan kepada masyarakat yang kesusahan memenuhi kebutuhan hidup,” sebut Habib Sadiq.

(Thio/ZF)

loading...