PosRakyat —Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tolitoli menggelar talkshow edukatif yang melibatkan pelajar dan masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung di RTH Tanjung Batu ini bertujuan untuk mencegah terjadinya permasalahan sosial yang dapat merugikan masa depan remaja.
Kepala Dinas DPPKB, Leli Husna Bantilan, kepada media ini Kamis 19/9/2024 menyebutkan, angka pernikahan dini di Kabupaten Tolitoli masih cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius, karena pernikahan dini bisa berisiko meningkatkan masalah kesehatan, seperti stunting, yang juga menjadi isu penting di kabupaten Tolitoli.
“Masalah narkoba dan pernikahan dini harus dihadapi dengan serius. Melalui talkshow ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih baik kepada remaja tentang dampak negatif dari kedua hal tersebut. Kami juga berharap ini dapat mengingatkan mereka untuk menjauhi hal-hal yang merugikan diri mereka,” jelas Leli.
Selain mengadakan talkshow, DPPKB Tolitoli juga rutin melaksanakan program edukasi melalui BKKBN dan penyuluh KB di lapangan. Leli menekankan bahwa peran orang tua sangat vital dalam menjaga anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas atau terlibat dalam penggunaan narkoba.
“Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka. Pendidikan yang dimulai dari rumah sangat penting untuk membentuk karakter dan membatasi pengaruh negatif dari luar,” tambah Leli.
DPPKB Tolitoli berharap, melalui kegiatan ini, seluruh generasi muda, terutama pelajar, dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan melindungi mereka,” tutup Leli.
Dengan terus melibatkan berbagai pihak, DPPKB Tolitoli optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi muda, serta menurunkan angka pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.
(SL)



