Imbau Warga Jangan Salah Pilih Pemimpin, Longki Optimis Pasangan Hidayat – Bartho Menang 80 Persen

oleh -
Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola didampingi sejumlah kadernya menyampaikan orasi politiknya saat deklarasi Pasangan Cagub dan Cawagub Hidayat – Bartho di Parigi, Sabtu (12/9/2020). FOTO: IST

Parigi Moutong, Posrakyat.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola meyakini bahwa Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) akan dimenangkan pasangan Cagub dan Cawagub Mohammad Hidayat Lamakarate – Bartholomeus Tandigala dalam hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

Keyakinan Longki itu dikemukakan saat menyampaikan orasi politiknya di hadapan ratusan pendukung dan simpatisan pasangan Cagub – Cawagub dengan tagline HEBAT di Kota Parigi, Sabtu (12/9/2020).

Presentase angka kemenangan itu klaim Longki berada di atas 50 persen, dengan berbagai pertimbangan analisa politiknya. Salah satunya adalah bahwa Longki pernah menjabat dua periode Bupati Parmout dan presentase angka kemenangan mutlak saat dua kali hajatan Pilgub di Sulteng. Parmout akan menjadi penentu kemenangan pasangan yang diusung dan didukung Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PBB, Berkarya, PSI, PKPI, dan Partai Gelora.

“Kenapa, daftar pemilihan tetap Parigi Moutong yang paling besar di Sulawesi Tengah ini. Hampir empat ratus ribu, sudahlah tidak semua komiu memilih di sini, 80 persen 70 persen seperti saya lalu, itu sudah luar biasa,” ujar Longki.

Selaku Ketua DPD Partai Gerindra, Ia mengemukakan alasannya mengapa mengajak Hidayat – Bartho untuk melaksanakan deklarasi pasangan HEBAT di Kota Parigi Kabupaten Parmout. Longki mengingatkan masyarakat agar jangan salah memilih pemimpin, sebab akan berdampak pada kondisi dan kemajuan daerah ke depan. Ia juga mengatakan bahwa dalam mewujudkan pembangunan Sulteng dibutuhkan figur yang berpengalaman dan sudah terlatih sebagai kader pemimpin masa depan. Selaku pemimpin daerah, tentunya Ia harus visioner menyiapkan kader yang handal melalui proses regenerasi yang panjang. Di mana Hidayat dan Bartho merupakan putra daerah yang sudah teruji menjadi pemimpin.

“Saudara Hidayat Lamakarate saya kirim ke Banggai Laut untuk magang jadi Bupati 2 tahun, jadi Wali Kota 1 tahun. Saudara Bartho juga saya latig jadi Bupati Morowali. Kami di pertai politik betul – betul mempertimbangkan dengan matang,” jelasnya.

Atas kehendak Yang Maha Kuasa lanjut Longki, kedua figur ini dipertemukan dalam satu survei, di mana yang menonjol menjadi Cagub adalah Hidayat, untuk Cawagub yang menonjol adalah Bartho. Mereka dinilai layak menjadi kandidat dalam konestasi Pilkada. Jadi, keputusan itu berdasarkan, perhitungan, kajian, analisisdan atas hasil survei dari masing – masing partai pengusung maupun pendukung. Olehnya, Ia kembali mengingatkan supaya masyarakat tidak salah memilih pemimpin yang asal ‘comot’ saja kemudian dicalonkan sebagai pemimpin untuk kepentingan Sulteng yang lebih besar ke depan. Sehingga kalau ingin baik dan semakin maju daerah ini jangan salah memilih pemimpin, sebab kalau salah pilih maka daerah berpotensi menjadi rusak.

“Insya Allah umur panjang bulan Juni tahun depan saya sudah berakhir masa jabatan, tidak boleh 3 periode. Makanya kami menyiapkan kader yang lebih dari saya,” tegas Longki.

Menurutnya, jika salah memilih figur untuk memimpin Sulteng, maka daerah bisa saja tidak akan menjadi apa – apa. Ia menambahkan setelah masa jabatannya berakhir dirinya sudah mempersiapkan untuk berkebun di Desa Baliara, yakni menanam jagung sambil beternak burung walet. Ia menitipkan harapan pembangunan daerah inj kepada Hidayat – Bartho untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada untuk membuat Sulteng jauh lebih maju dan berkembang dengan spirit usia muda Hidayat dan Bartho. [BOB]

loading...