Open Traffic Jembatan Palu IV, Harapan Baru dan Ikon Modern Kota Palu

oleh -
oleh
Pembukaan lalu lintas (open traffic) Jembatan Palu IV dan Elevated Road di Kota Palu, Jumat (13/2/2026). Foto: Ist

Ia berharap keberadaan jembatan tidak hanya menjadi penghubung transportasi, tetapi juga ruang yang tertib dan aman bagi masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Palu diminta menata kembali pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di sekitar kawasan jembatan, khususnya pedagang kecil asal Kampung Lere. Penataan tersebut diharapkan tetap memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi keindahan dan ketertiban kawasan.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, Ir. Bambang Razak, ST., MT., mengatakan Jembatan Palu IV dan Elevated Road bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi simbol harapan, persatuan, serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat pascabencana.

Bambang juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor, konsultan, hingga tenaga kerja yang berkontribusi dalam pembangunan.

Menurutnya, setelah open traffic, aset jembatan dan jalan akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Palu sesuai kewenangan jalan kota, termasuk dalam hal pemeliharaan.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama. Kami telah melakukan dua kali rapat forum lalu lintas lintas provinsi dalam rangka persiapan open traffic ini,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pemotongan pita sebagai penanda resmi dibukanya akses lalu lintas Jembatan Palu IV yang kini tampil sebagai ikon baru kota. Peresmian penuh direncanakan berlangsung pada April mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Wakapolda Sulawesi Tengah Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng Sisliandy Ponulele, Vice Senior Representative JICA Kakuda Kazuyuki, serta unsur Forkopimda.