Penyidikan Dugaan Korupsi Jembatan Ponulele Berlanjut

oleh -
Penyidikan kasus Jembatan Palu IV di Kantor Bappeda Kota Palu (foto : Posrakyat.com)

Palu, Posrakyat.com – Pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh PT Globap Daya Manunggal (GDM) terkait hutang pembangunan jembatan Ponulele kembali dilakukan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.

Penggeledahan dan pengumpulan bukti-bukti terkait kasus tersebut dimulai di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu. Penggeledahan dilakukan hari Selasa (11/8/2020) pada pukul 09.30 hingga 13.00 Wita.

Edward Malau, SH., MH., selaku Asisten Pidana Khusus, menyampaikan tujuan dilakukannya penggeledahan adalah untuk mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut.

“Tujuan penggeledahan masih sama dengan yang dilakukan di Kantor DPRD dan Kantor Dinas PU Kota Palu, yakni untuk melengkapi bukti-bukti sebelum menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Dipimpin oleh Ketua Tim Penyidik, Ariati, SH., bersama Asmah, SH., MH., dan I Gede Sukayasa, SH., MH., penyidik mengamankan barang bukti. Bukti tersebut berupa satu unit laptop berisi data-data dan dokumen penting terkait kasus Jembatan Ponulele.

Sebelumnya, Kejati juga telah melakukan penggeledahan di tiga tempat secara bersamaan pada Senin (10/8/2020) yaitu Kantor DPRD Kota Palu, Kantor Dinas PU Kota Palu, dan Kantor PT GDM di Jakarta.

Dari Kantor DPRD Kota Palu, Kejati melakukan penyidikan di ruang banggar, ruang komisi B, dan sekretariat dewan.

Penyidikan tersebut menghasilkan bukti berupa tiga unit komputer berisi data penting terkait kasus dan berita acara hasil rapat.

“Karena menurut saksi yang sudah diperiksa sebelumnya, pembayaran utang itu tidak dibahas di banggar. Tapi pihak eksekutif mengatakan itu dibahas di Banggar, dengan adanya bukti rekaman,” ungkap Edward.

Di lain tempat, Kantor Dinas PU Kota Palu, kejati menemukan dua unit laptop sebagai barang bukti yang berisikan dokumen terkait hutang Jembatan Ponulele.

Sementara itu, penyelidikan juga dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Susilo, SH., di Kantor PT Global Daya Manunggal, di J. Kota Bambu Selatan, No. 3, Kota Bambu, Kec. Palmerah, Jakarta Barat. Selain itu, penyidikan juga dilakukan di rumah pribadi Direktur PT GDM yang dipimpin oleh Pak Hajar.

“Sedangkan penggeledahan di rumah Direktur PT Global Daya Manunggal dipimpin Pak Hajar. Tim penyidik sudah berada di sana sejak Sabtu (8/8/2020),” tambah Edward.

Ia juga mengatakan tujuan dilakukannya penggeledahan di tiga tempat berbeda secara serentak ini adalah untuk mencegah hal hal yang dapat menghambat proses penyidikan.

“Penggeledahan dilakukan agar kasus ini semakin terang. Mudah-mudahan setelah dilakukan penggeledahan, bisa segera ditetapkan siapa-siapa tersangkanya. Mohon dukungannya ya,” tutup Edward.

[Sumber: JurnalNews.id / Editor: ZF]

loading...