PHO Proyek Ruas Tinombo – Mepanga – Lambunu – Molosipat Diduga Dipaksakan 

oleh -
oleh
Kolase: Kondisi di titik yang sama sebelum dilakukan PHO pada 20 Januari 2023 (foto kiri) dan kondisi setelah PHO pada 2 April 2023 (foto kanan). (Foto: Tim konsorsium media Sulteng)

PosRakyat – Dugaan masalah dalam proses PHO (Provisional Hand Over) atau penyerahan pertama pada proyek di ruas jalan Tinombo – Mepanga – Lambunu – Molosipat tahun 2022 lalu mencuat.

Proyek yang telah di PHO itu tampak di paksakan, padahal pekerjaan tersebut diketahui belum rampung sepenuhnya.

Hal ini diketahui berdasarkan fakta pekerjaan di lapangan atas pelaksanaan pekerjaan yang terkontrak, yang diserahkan kepada PPHP atau Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

Pekerjaan yang menjadi tangung jawab Satker PJN 2 BPJN Sulawesi Tengah tersebut diketahui senilai Rp21 miliar dan mendapat tambahan sebesar 10 persen atas nilai kontrak yang ada di tahun anggaran 2022.

Baca Juga: 3 Asrama di Ponpes DDI Soni Terbakar

Baca Juga: Polisi Terus Lakukan Pendalaman Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KONI Sulteng 

Baca Juga: Kapolda Sulteng Berkunjung ke Kantor PWI, Siap Kolaborasi 

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Widya Rahmat Karya (WRK) yang langsung action di lapangan usai tandatangan kontrak pada akhir Maret 2022 lalu, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 2022.

Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Sulteng, Moh Rifaldi, SH yang sejak awal intens memantau proses pekerjaan itu mengatakan, tancap gas WRK dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan diduga hanya terjadi di awal pekerjaan.

“Namun belakangan cara kerja PT WRK semakin lama semakin lamban,” kata dia dalam keterangannya kepada media ini.

Terlebih lagi pada item-item pelaksanaan pekerjaan di lapangan, meliputi rabbat beton, pembuatan serta pasangan blok beton sebagai penangkal longsor atau abrasi serta pekerjaan susunan batu dalam bentuk sebagai penahan ombak.

“Selain itu pekerjaan Box Culvert sebagai pekerjaan penggantian jembatan dengan metode kerja Box culvert,” jelasnya merinci.

“Bukan itu saja, Pekerjaan pemeliharaan rutin jembatan serta jalan pun tak luput atas item pekerjaan yang harus dilaksanakan PT WRK,” tambahnya.

Dari hasil pantauannya, kendala mulai terlihat saat pihak pelaksana akan melakukan pengaspalan, karena dalam kontrak, pekerjaan rehabilitasi minor jalan pun harus dilakukan.