PWI Sulteng Salurkan Donasi Sosial Kepada Tiga Anak yang Orang Tuanya Tersandung Kasus Hukum

Redaksi
Sekretaris Umum PWI Sulteng, Temu Sutrisno (baju putih) didampingi ketua PWI Tolitoli - Buol, Syahrul (Kanan) serta Direktur RSUD Undata Palu, dr Herry Mulyadi (tengah) saat membesuk 3 anak sedang di rawat di RS Undata. Foto: IST
A-AA+A++

PosRakyat– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah melalui PWI Peduli menyalurkan donasi sosial kepada tiga orang anak yang orangtuanya terlilit kasus hukum di salah satu kabupaten di Sulteng.

Anak-anak tersebut antara lain R (6), A (7), R (16) dilarikan ke RSUD Undata karena kondisi kesehatannya terganggu. Di sana, mereka dijaga oleh kakaknya F (20).

Baca Juga: Rusdy Mastura Pastikan Maju Pilgub Sulteng 2024: 12 Kursi Parpol Sudah Aman

Baca Juga: Tragis! Tiga Anak Sakit, Orang Tua Dipenjara: Ibu Gubernur Rusdy Mastura Turan Tangan Selesaikan BPJS dan Pendidikan 

Tim PWI Peduli mengunjungi langsung anak-anak itu di RS undata, Jalan RE Martadinata, Kota Palu, Selasa (4/6/2024). Dalam penyaluran donasi sosial itu, Direktur RSUD Undata Palu, dr. Herry Mulyadi turut membersamai PWI Peduli dalam menyalurkan bantuan itu.

“Ini kami ada bantuan, semoga sedikit membantu hasil donasi dari kawan-kawan PWI. Jangan lihat nilainya, semoga dapat memberikan manfaat,” kata Sekretaris Umum PWI Sulteng, Temu Sutrisno saat menyerahkan donasi itu kepada F.

Usai melakukan penyerahan donasi itu, PWI Peduli langsung bertolak ke kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Sulteng untuk melakukan audiensi tentang kondisi anak-anak itu.

“Kita kesampingkan soal kasus hukum orangtuanya. Kita coba melihat sisi kemanusiaannya, dimana anak-anak ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Sulteng, Udin Salim.

Direktur RSUD Undata Palu, dr Herry Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan berusaha maksimal mendampingi ketiga anak itu selama dilakukan perawatan di RSUD Undata Palu, dari aspek perawatan hingga ke psikologis. dr Herry mengaku turut prihatin dan mengajak semua pihak untuk membantu mencari solusi atas kondisi yang dialami anak-anak itu.

“Kami berupaya memberikan untuk perlakuan khusus, kalau ada ruangan khusus yang lebih bagus kita akan pindahkan. Saya juga mengajak kepada pihak-pihak lain untuk bergerak, ini masalah kemanusiaan. Kita bisa lihat apa akar permasalahannya, ini tiga orang, bisa saja tertekan secara psikologis,” katanya. ***