PosRakyat – Setelah menyelesaikan kampanye di wilayah Pantai Timur Kabupaten Parigi Moutong, calon gubernur petahana Rusdy Mastura bergabung dengan calon wakil gubernurnya, Mayjen (Purn.) Sulaiman Agusto, dalam kampanye tertutup di Desa Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, pada 11 Oktober 2024. Kampanye ini dihadiri oleh sekitar 500 warga yang mendengarkan paparan dari masing-masing ketua partai politik koalisi.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Koalisi PDIP, Muharram Nurdin, serta perwakilan dari Partai Hanura, Frits Sam, dan sejumlah pengurus partai politik lainnya. Tim koalisi kampanye juga diperkuat oleh Divisi Kampanye Yos Sudarso dan Divisi IT Media, Angga Rumu.
Baca Juga: Periode Kedua Cudy-Agusto: Mekarkan 10 Kabupaten, Tiga Provinsi
Dalam orasinya, Rusdy Mastura, yang akrab disapa Cudy, menekankan pentingnya kebanggaan masyarakat Pamona, khususnya Poso dan Sulawesi Tengah, atas keberadaan putra daerah berpangkat Mayor Jenderal seperti Sulaiman Agusto. Menurutnya, pengalaman panjang Agusto di bidang teritorial akan mempercepat transformasi pembangunan Sulawesi Tengah menuju “Sulteng Emas.”
“Jenderal Agusto bukan lagi pemimpin yang baru belajar, dia sudah berpengalaman. Kita butuh percepatan transformasi, bukan uji coba. Itulah mengapa saya mengajak beliau untuk bersama-sama membangun Sulteng,” jelas Rusdy, yang juga suami dari Vera Rompas.
Sementara itu, Sulaiman Agusto, yang maju sebagai calon wakil gubernur dengan tagline “Menang Total” (Metal), menegaskan bahwa ia adalah putra asli Poso. Dalam orasinya, Agusto mengajak seluruh elemen masyarakat Poso untuk bersatu dan bergotong royong demi kemajuan daerah. Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan Poso sebagai pusat komoditas pangan untuk mendukung industri, investasi, dan ketahanan pangan Sulawesi Tengah.
“Kita harus bangun Poso dan Sulawesi Tengah dengan restu dari seluruh saudara-saudara di sini. Mari kita wujudkan Poso yang damai dan maju, serta menjadikannya pusat pangan untuk Sulteng dan Indonesia,” kata Agusto, yang disambut antusiasme warga dengan teriakan “Sangganipa.”
Cudy dan Agusto memiliki visi untuk melahirkan lebih banyak generasi TNI dan Polri dari Sulawesi Tengah. Mereka berkomitmen mendukung pembangunan sekolah perwira di bawah pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, dengan harapan bahwa dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, Sulteng akan memiliki jenderal-jenderal yang berperan dalam pembangunan Indonesia Emas 2045.









