14 Jenis Komoditas Utama Perkebunan di Donggala

oleh -
Ilustrasi

PosRakyat – Dari berbagai jenis komoditas perkebunan di Kabupaten Donggala, terdapat 14 jenis yang masuk prioritas pembinaan pemerintah daerah yang memiliki prospektif meningkatkan perekonomian.

Hal tersebut sesuai data statistik pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Donggala yang menangani 14 jenis komoditi perkebunan rakyat sesuai potensi yang ada. Selain memiliki potensi juga karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lama sehingga pemerintah tinggal melakukan pembinaan.

Kasubag Program DTPHP Kabupaten Donggala, Ishak Nazaruddin menjelaskan, keempat jenis komoditi perkebunan yang dimaksud antara lain Kelapa Dalam, Cengkeh, Kopi Robusta, Kakao, Pala, Lada, Jambu Mete, Kapuk, Panili, Kemiri, Kelapa Sawit, Kelapa Hibrida, Sagu, dan Nilam.

“Dari empat belas jenis komoditi yang produktif tersebut, terbesar luas tanam dan penyebarannya adalah tanaman kelapa dalam, terdapat di seluruh kecamatan di Kabupaten Donggala. Terutama di Kecamatan Balaesang yang sejak dulu dikenal memiliki konsesi kelapa, selain itu banyak di Kecamatan Sojol dan Dampelas,” jelas Ishak pada media ini.

Tanaman kelapa kepemilikannya mencapai 12.486 orang dengan luas 28.124 hektare, diantara luas tersebut terdapat 1.803 hektare yang tidak mengahasilkan produksi atau rusak. Namun demikian hasil produksi masih cukup besar mencapai 33.084.585 kilogram dalam setahun panen. Selanjutnya tanaman terbanyak kedua setelah kelapa yaitu kakao seluas 30.595 hekatre sekaligus paling banyak pemiliknya, yaitu ada 23.929 petani dengan hasil produksi setiap tahun mencapai 18.197.894 kilogram.
Selanjutnya komoditas perkebunan terbesar ketiga adalah kelapa sawit, kemudian cengkeh menempati posisi keempat, disusul kopi robusta, kelapa hibrida. Sedangkan komoditas lainnya yang tidak skala besar, namun masuk kategori prioritas yaitu pala, lada, jambu mete, kemiri, kapuk, sagu dan nilam.

“Tentu dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur nantinya itu merupakan peluang besar bagi petani Kabupaten Donggala dalam pemasaran. Hal tersebut merupakan peluang bagi petani apalagi Kabupaten Donggala menjadi salah satu penyangga pangan IKN akan datang,” kata Ishak optimis.

Sebagai tindak lanjut intruksi presiden untuk persiapan lumbung pangan IKN, belum lama ini Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng melakukan tinjauan lokasi Food Estate Adoang Desa Talaga, Kecamatan Dampelas.

Penulis: JAMRIN AB