PosRakyat – Sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, 16 Juni 2021, duet Rusdy Mastura – Ma’mun Amir tak bergeser dari visi misinya. Salah satunya percepatan penanganan dan pemulihan pasca bencana 28 September 2018 lalu. Yang 11 hari lagi tepat empat tahun.
Gubernur Rusdy Mastura meminta semua pihak tidak ‘membanding-bandingan’ komitmennya pada semua elemen kelompok masyarakat. Justeru secara politik anggaran, dirinya menyebut porsi kebijakan pembangunan di APBD sejak 2021 hingga 2022 diprioritaskan pada ‘bencana kemanusiaan’ itu.
‘’Saya juga alumni bencana alam. Saya di Palu. Saya merasakan, saya menangis melihat keadaan itu. Saya di lapangan Vatulemo. Jadi jangan menggugat rasa saya dengan bencana,’’ tutur Cudy berapi-api sambil meneteskan air mata kepada Tenaga Ahli Gubernur bidang Komunikasi Publik Andono Wibisono.
Sejak dilantik, dukungan penganggaran percepatan penanganan pasca bencana di APBD-P TA 2021 sebesar Rp62 miliar. Di Palu sebesar Rp37 miliar. Untuk pembebasan lahan di Petobo dialokasikan Rp10 miliar. Tapi tidak terealisasi karena Aliansi Masyarakat Petobo meminta hunian tetap di Petobo bentuk LC yang dilakukan BPN Palu. Demikian pula dengan pembebasan lahan ganti untung pembangunan kembali Jembatan IV Palu sebesar Rp27 miliar.
Begitu juga dengan bantuan ke Kabupaten Sigi sebesar Rp6 miliar, Kabupaten Donggala Rp12,150 miliar, pembangunan SPAM Huntap Rp2,6 miliar dan pematangan lahan untuk Huntap Rp3,5 miliar dilakukan Dinas Bina Marga.
‘’Donggala tidak terealisasi karena adminitrasi tidak lengkap. Kalau lengkap saya perintahkan alokasikan lagi,’’ terang Cudy, sapaan gubernur.






