PosRakyat.com – Jalan Trans Nasional ruas Ampana–Balingara–Bunta–Pagimana di Provinsi Sulawesi Tengah dipastikan dalam kondisi aman dan mantap untuk menghadapi lonjakan arus lalu lintas pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepastian ini disampaikan setelah seluruh pekerjaan penanganan kerusakan jalan akibat faktor alam rampung dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO). Sebelumnya, beberapa titik di ruas tersebut sempat terdampak kerusakan akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan material tanah dan batuan dari lereng menutupi badan jalan.
Baca Juga: Rotasi Besar-besaran di Polda Sulteng, 10 Pejabat Utama dan 3 Kapolres Berganti
Baca Juga: CPM Kirim Sikap ke ESDM, Warga Lingkar Tambang Poboya Tegaskan Penciutan Jadi Tuntutan Utama
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah III Provinsi Sulawesi Tengah, Chandra Prastiya, S.T., kepada wartawan mengatakan bahwa seluruh penanganan kerusakan jalan beserta infrastruktur pendukung telah diselesaikan sesuai standar teknis yang berlaku.
“Kondisi ruas jalan Ampana–Balingara–Bunta–Pagimana saat ini aman dan mantap. Sejumlah titik yang sebelumnya terdampak telah ditangani dengan baik dan siap menghadapi peningkatan arus lalu lintas pada masa libur Nataru 2025,” ujar Chandra.
Ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi sebelumnya bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi, melainkan murni akibat faktor alam.
“Intensitas hujan yang tinggi berdampak pada bahu jalan, sistem drainase, hingga struktur bronjong. Namun seluruhnya telah kami tangani secara bertahap, cermat, dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan,” jelasnya.
Ruas jalan tersebut ditangani melalui Paket Preservasi Jalan Ampana–Balingara–Bunta–Pagimana Tahap II dengan nilai kontrak sebesar Rp27.950.827.000, berdasarkan Nomor Kontrak HK 0201-Bb14.7.2/59. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Multi Indah Pratama dan mencakup wilayah Kabupaten Tojo Una-Una serta Kabupaten Banggai.
Salah satu titik krusial berada pada ruas nasional Balingara–Bunta, tepatnya di segmen KM 444 (STA 25+000 hingga STA 25+300) yang sebelumnya rawan longsor. Dalam paket pekerjaan ini, penanganan di segmen tersebut dipastikan telah rampung 100 persen.
“Seluruh pekerjaan utama di segmen rawan longsor telah selesai. Kami memastikan kondisi jalan layak dan aman digunakan oleh masyarakat,” tegas Chandra.
Kesiapan ruas ini juga mendapat respons positif dari pengguna jalan. Jufri, seorang pengemudi rental mobil yang rutin melintasi jalur tersebut, mengaku merasakan langsung perbaikan kondisi jalan.
“Sekarang jalannya jauh lebih nyaman dan aman dilalui, terutama di titik yang dulu rawan longsor. Perjalanan jadi lebih lancar dan tidak khawatir lagi, apalagi menjelang tahun baru ini,” ujarnya.
Sebagai jalur nasional yang memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antardaerah di Sulawesi Tengah, kesiapan ruas Ampana -Balingara – Bunta – Pagimana menjadi prioritas Satker PJN Wilayah III.
Meski demikian, Chandra tetap mengimbau para pengendara untuk selalu waspada, khususnya saat melintasi kawasan rawan longsor, serta mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menjaga dan merawat infrastruktur jalan nasional agar tetap berfungsi optimal bagi masyarakat.
(ZF)









