Warga Sigi Sebut Pasangan Anwar Hafid – Reny Lamadjido Paripurna: Nomor 1 Dibuka, Nomor 2 Dicoblos dan Nomor 3 Ditutup

oleh -
oleh
Kampanye pasangan Anwar - Reny di Sigi, Kamis, 26 September 2024. Foto: IST

PosRakyat – Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024-2029, Dr Anwar Hafid dan dr Reny A Lamadjido memanfaatkan masa kampanye dengan menggelar Temu Masyarakat di Desa Maku, Kecamatan Dolo Induk, Kabupaten Sigi.

Kampanye hari kedua tersebut berlangsung pada Kamis 26 September 2024 siang, dihadiri ratusan masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan setempat.

Baca Juga: Kampanye Temu Masyarakat, Cagub dan Cawagub Anwar Hafid – Reny Lamadjido Paparkan Program Unggulan di Sigi

Baca Juga: Relawan Mombine Dimotori Mantan Ketua DPC Gerindra Sigi Siap Menangkan Pasangan Anwar – Reny di Pilgub Sulteng 2024

Pada pertemuan ini, pasangan dengan tagline BERANI (Bersama Anwar-Reny) yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PBB ini memaparkan visi misi dan 9 program prioritas yang akan dijalankan Anwar-Reny jika menang pada Pilgub Sulteng 2024.

Pada pertemuan itu, H. Suardi, tokoh masyarakat Desa Maku, mengatakan bahwa warga yang hadir hampir 90 persen orang bugis, tapi sudah puluhan tahun bermukim di Sigi.

“Saya sendiri bahkan lahir di Sigi sejak 56 tahun lalu,” ucapnya.

Sehingga saat berada di provinsi Sulsel, tepatnya di Soppeng, ia disebut sebagai orang Palu.

Artinya, keberadaan Anwar Hafid sebagai orang Morowali, bukan lagi jadi alasan tidak dipilih karena itu.

“Pilih Anwar Hafid nomor dua, karena bukan lagi orang Morowali, tapi orang Sulteng,” ungkapnya.

Kata dia, dari program paslon Berani, ia bersama warga lain mendukung program lancar dengan pembangunan jalan tol desa.

“Tolong perbaiki jalan kami disini, susah betul jalan kantong produksi buat petani,” ungkapnya lagi.

Kedua kata dia, soal drainase pengairan sawah juga jadi sorotan disini.

“Tolong Pak Anwar susah betul irigasi, bagaimana paggalung (petani dialeg bugis) mau sukses, kalau drainase selalu rusak,” terangnya.

Menurutnya, pemimpin warani (berani) itu juga harus macca malempu (pintar dengan berpengalaman).