Berani Sehat Resmi Diluncurkan, Warga Sulteng Bisa Berobat Gratis Cukup Pakai KTP

oleh -
oleh
Gubernur Anwar Hafid, bersama Wagub Reny A. Lamadjido saat lauching program program Berani Sehat di Kantor Gubernur Sulteng, 13 April 2025. Foto: Ist

PosRakyat — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi meluncurkan program “Berani Sehat” pada 13 April 2025, sebuah terobosan yang memungkinkan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa harus memikirkan status aktif BPJS.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sulteng, BPJS Kesehatan, dan Dinas Sosial. Tujuannya adalah menghapus hambatan biaya dan administrasi dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang menunggak iuran atau belum menjadi peserta aktif BPJS.

Suci, petugas frontliner BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa program ini tetap berbasis pada sistem jaminan BPJS, namun dengan dukungan dari pemerintah daerah melalui skema alih status kepesertaan.

Baca Juga: Diduga Korupsi DD Ratusan Juta Rupiah, Jaksa Resmi Tahan Kades Pagaitan 

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Beasiswa Berani Cerdas Resmi Dibuka untuk Warga Sulteng, Ini Cara Daftarnya

“Masyarakat cukup membawa KTP dan diarahkan ke Dinas Sosial terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa menikmati layanan kesehatan gratis,” ujar Suci saat ditemui di Mall Pelayanan Masyarakat Sulteng Nambaso, Jodjokodi Convention Center (JCC), Senin (21/4).

Bagi peserta BPJS Mandiri yang memiliki tunggakan, mereka wajib mengikuti program Rehabilitasi Iuran Bertahap (Rehab) yang mewajibkan pembayaran cicilan tunggakan, minimal satu bulan.

Setelah cicilan pertama dibayarkan dan dilaporkan ke Dinas Sosial, peserta akan dialihkan ke skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Artinya, meski tunggakan belum lunas, peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan.

“Yang penting sudah cicil satu bulan. Layanan kesehatan tetap diberikan meski tunggakan belum lunas,” tegas Suci.

Program ini bersifat sukarela. Warga yang ingin tetap sebagai peserta BPJS Mandiri diperbolehkan, namun tidak akan mendapat fasilitas gratis dari program Berani Sehat.

“Kalau ingin tetap mandiri juga tidak apa-apa. Tapi kalau mau gratis, harus dialihkan ke kelas 3 dan melalui proses di Dinas Sosial,” jelasnya.