Tanggapi Tanggul Sungai Balinggi Parimo yang Jebol, Kepala BWSS III Palu Sebut Belum ada Biaya dan Harus Didesain dulu

oleh -
oleh
Perbaikan tanggul Sungai Balinggi, Parimo yang jebol. Foto: BWSS III Palu

PosRakyat – Anggota DPRD Parigi Moutong Fraksi Partai Gerindra I Ketut Mardika minta tanggul pasir yang jebol di desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dibangun secara permanen.

Pernyataan politisi partai Gerindra itu mendapat tanggapan dari Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu Dedi Yudha.

“Ya karena belum ada biaya dan harus dilakukan desain dulu, karena kondisi di sana yang tanahnya berpasir,” jelas Dedi.

Baca Juga: Tanggul yang Dibangun BWSS III Palu di Parimo Jebol, Ratusan Hektar Lahan Sawah Terendam Banjir

Baca Juga: Demi Jadi Tuan Rumah Fornas 2027, Gubernur Sulteng Siap Hidupkan Kembali Hutan Kota

Menurut Dedi jadi harus dilakukan inventigasi penyelidikan tanah untuk bisa menentukan jenis konstruksi apa yang pas.

“Dan siapa tau kita tidak perlu tanggul tapi kita kendalikan di hulu dengan membuat chek dam/sabo dam atau bahkan embung,” ujar Dedi.

Disinggung soal penanganan tanggul sungai yang jebol akibat banjir di Balinggi, Dedi menjelaskan bahwa satu hari setelah kejadian Tim TRC (Tim Reaksi Cepat) BWS Sulteng III Palu turun ke lapangan bersama BPBD Kabupaten Parigi untuk mengecek lokasi dan mengidientifikasi kondisi di lapangan untuk mengambil langkah-langkah penanganan.

“Kejadian ini memang terus berulang, karena kondisi tutupan lahan di hulu yang memang sudah banyak aktifitas perkebunan, sehingga mengurangi Cathmen Area atau Daerah Tankapan Hujan, melihat kondisi tanah yang lepas sehingga pada saat terjadi hujan dengan itensitas yang tinggi maka air hujan tidak ada penahan dan mengalir kepermukaan dengan membawa sedimen sehingga terjadi banjir bandang dan merusak tanggul,” jelas Dedi.