Anang, seorang penghuni Citra Land, juga mengalami masalah serupa dengan kualitas air. Dia mengeluhkan bahwa air di rumahnya sudah berwarna cokelat seperti lumpur selama beberapa bulan terakhir, bahkan hingga saat ini masih tidak jernih.
Anang menganggap bahwa pengelola perumahan tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan mereka, dan keluhan ini sudah berlangsung lebih dari 2 tahun. Kondisi ini sangat kontras dengan citra Citraland Palu yang seharusnya menawarkan lingkungan hijau, bersih, dan sehat.
Warga Citra Land Palu mengungkapkan bahwa keluhan mereka tentang kualitas air telah diungkapkan berkali-kali di grup WhatsApp, namun belum pernah mendapatkan respons atau solusi permanen dari pihak pengelola perumahan. Warga merasa kecewa dan frustasi dengan ketidakpastian mengenai kualitas air, dan sekarang mereka menuntut tindakan yang cepat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Anang dan warga lainnya berharap agar pengelola perumahan segera mengambil langkah untuk memperbaiki dan meningkatkan teknologi Water Treatment Plant (WTP) agar warga tidak mengalami kerugian baik secara materiil maupun non-materiil. Mereka merasa memiliki hak untuk mendapatkan air bersih, mengingat mereka telah membayar untuk itu.***






