Pada tahun 2007, ia pulang kampung maju menjadi bupati morowali.
“Alhamdulilah tembus dua periode, berikutnya tembus lagi menjadi Anggota DPR RI,” ungkapnya lagi.
Kades itu ujung tombak, semua masalah itu diurus kepala desa, masalah cerai, perkelahian, semua ditangani.
“Makanya kades itu istilahnya biar tekor yang penting tersohor,” ujarnya.
Anwar Hafid juga menjelaskan perlunya satu pemikiran dalam mengelola pemerintahan mulai dari Kepala Desa sampai dengan gubernur selaku Kepala Daerah.
“Jika saya jadi Gubernur Sulteng, pemikiran kita harus sejalan untuk membangun masyarakat,” terangnya.
Pada pertemuan ini, Anwar Hafid didampingi istri tercinta, Sri Nirwanti Bahasoan juga di hadiri Ketua DPRD Donggala, Takwin bersama sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat.






