Setelah dua periode memimpin Morowali, Anwar Hafid terjun ke dunia politik, memimpin Partai Demokrat Sulawesi Tengah dan terpilih sebagai anggota DPR-RI untuk periode 2019–2024 dan 2024-2029.
Anwar Hafid yang lahir dari keluarga miskin itu bercita-cita menjadi gubernur Sulawesi Tengah sejak tahun 2020. Namun partai pengusungnya saat itu tidak mencukupi.
Pada pemilihan gubernur 2024 ini, Anwar Hafid yang merupakan keluarga miskin di tahun 70an-80an itu kembali menyatakan diri akan maju sebagai calon gubernur.
“Bukan hanya orang kaya yang bisa jadi Gubernur Sulteng, Tapi kita orang miskinpun bisa jadi Gubernur. Olehnya tolak politik uang, jika kita orang miskin mau jadi Gubernur. Ambil uangnya jangan pilih orangnya bila ada yang datang bawa amplop,”tegas Anwar Hafid dalam orasinya di hadapan belasan ribu masayarakat disetiap Deklarasi.
Adalah dr.Reny A Lamadjido yang digandeng Anwar Hafid menjadi calon wakil gubernurnya dalam pelgub Sulteng 2024 yang diusung partai Demokrat (8) kursi, PBB (1) kursi dan PKD (5) kursi, sehingga total 14 kursi.
Reny adalah putri mendiang Abdul Aziz Lamadjido Gubernur Sulteng ke 7, dengan program terkenalnya Gerakan membangun Desa.
Pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur bertagline BERSAMA ANWAR – RENI (BERANI) Sulteng NAMBASO (anak miskin bisa sekolah) ini terus melakukan sosialisasi, perkenalan diri dalam bentuk DEKLARASI Relawan dan Temu Masyarakata di 15 titik.
Mulai dari Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. ***






