Anwar juga menyinggung keberadaan industri smelter di Morowali dan Morut, yang menurutnya hanya memberikan manfaat sekitar 20 persen kepada masyarakat lokal. Ia menyoroti kebijakan tax holiday yang membebaskan perusahaan dari kewajiban pajak dalam jangka waktu tertentu, yang justru merugikan daerah.
“Pendapatan asli daerah (PAD) kita hanya mencapai Rp2 triliun, angka ini tergolong kecil. Seandainya pajak dikenakan di mulut industri, PAD kita bisa mencapai Rp100 triliun. Namun, pengawasan harus diperketat untuk mencegah kebocoran di sektor pertambangan,” jelasnya.
Anwar juga menekankan pentingnya memberdayakan tenaga kerja lokal, terutama di sektor industri tambang. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di IMIP berasal dari luar daerah, sementara pengusaha lokal seharusnya bisa berperan lebih dalam pengadaan kebutuhan di industri tersebut.
Kenangan Kepemimpinan di Morowali
Anwar menceritakan pengalamannya saat menjadi Bupati Morowali, di mana ia berjuang selama lima tahun untuk menarik investor dari China. Setelah berhasil membawa investor seperti Mr. Chan untuk membangun industri di Morowali, Anwar memastikan bahwa masyarakat Morowali mendapatkan manfaat langsung, termasuk melalui pembagian listrik sebesar 25 MW dari IMIP untuk keperluan masyarakat.
Sementara itu, Sudirman Suhdi, mewakili KAHMI, menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan manfaat dari industri tambang. Ia juga menyoroti potensi pariwisata di Morowali, seperti Pulau Sambori yang tak kalah indah dengan Raja Ampat.
“Morowali bukan hanya tentang tambang, tetapi juga pariwisata alam yang menakjubkan dan perlu dikelola dengan baik,” ujar Sudirman.
Ketua PB HMI MPO, Jabir M. Yamin, menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memerlukan pemimpin yang mampu mengelola SDA secara bijaksana dan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat. “Pemimpin yang tepat harus memiliki kapabilitas dalam memanfaatkan SDA, bukan hanya mementingkan keuntungan pribadi,” tuturnya.
Jabir juga mengingatkan bahwa pemanfaatan SDA harus dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara sektor pertambangan, pertanian, dan perikanan.






