Lnjut dia, untuk Pilgub Sulteng, Anwar Hafid sendiri sudah bekerja selama 3 tahun, jadi tidak akan mungkin seorang Anwar Hafid tidak serius bertarung. Belum lagi, pasangannya yang dipilihnya itu dr. Reny Lamadjido yang juga memiliki basis pendukung yang jelas.
“Saya pastikan tidak mungkin pak Anwar Hafid main – main dalam Pilgub tahun ini, sehingga jika ada narasi – narasi yang menyebut pak Anwar tidak dapat kursi yang cukup itu narasi sesat dan menyesatkan,” tegasnya.
Saat ini pasangan Anwar – Reny sudah memiliki 8 kursi dari Partai Demokrat dan 1 kursi dari Partai Bulan Bintang (PBB). Dan tinggal butuh 2 kursi lagi sudah bisa maju di Pilgub Sulteng, terangnya.
Selain itu, hingga saat ini Asnawi juga meyakini PKB akan memutuskan untuk mengusung pasangan Anwar – Reny, dengan pertimbangan dr. Reny Lamadjido sebagai kader dari PKB.
“Ibu Reny itu kader PKB, pasti DPP PKB akan mempertimbangkan hal itu. Apalagi sampai saat ini, orang yang mengklaim sudah mendapatkan rekom B.1.KWK belum juga menunjukan ke publik kebenaran dari klaimnya itu,” katanya.
Berdasarkan hal ini, Asnawi meminta kepada seluruh pendukung pasangan Anwar – Reny agar tidak gusar terkait perburuan rekomendasi model B.1.KWK ini, karena semua masih dalam proses.
“Parcayalah Anwar – Reny akan tetap maju pada Pilgub Suteng 2024 ini,” pungkasnya.***






