Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah gempuran globalisasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan identitas budaya lokal dan berencana menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam sistem pemerintahan, melalui peraturan daerah.
Lebih lanjut, Ia menyatakan komitmennya untuk menyalurkan dana hibah kepada seluruh keraton aktif di Sulawesi Tengah, termasuk Kerajaan Buol, sebagai bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, berharap rembuk budaya ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dituangkan dalam produk hukum daerah, antara lain: penguatan institusi kerajaan, seni budaya lokal, kurikulum muatan lokal, serta peradilan adat.
Sementara itu, Raja Buol, Moh. Syafri Turungku, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai “nafas” bagi keberlangsungan adat dan budaya di Buol.
“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi penunjuk arah masa depan,”ujarnya.
Tampak hadir, Wabup Buol, Unsur Forkopimda Buol, Perangkat kerajaan dan Dewan Adat Buol, Pimpinan OPD Kab.Buol, Para Kades dan Ketua BPD Desa.






