“Masih banyak saudara-saudara kita di daerah pegunungan dan sebagainya, infrastrukturnya jelek. Mereka tidak bisa membawa hasil pertanian mereka karena jalan yang sangat susah. Kami punya program 1000 km jalan tol selama 5 tahun,” katanya.
“Setiap satu tahun kita programkan 200 km. Sehingga tidak ada lagi yang di gunung-gunung itu susah untuk memetik hasil perkebunannya,” tambahnya.
Anwar Hafid mengatakan, untuk tidak memilihnya dan Reny Lamadjido jika hanya karena uang.
“Saya ini, calon gubernur yang tidak punya uang untuk membeli suara. Jadi kalau ada yang mau pilih saya karena uang mohon maaf saya tidak punya itu. Tapi Insya Allah kalau kami jadi gubernur, kami menyiapkan ruang bagi rakyat,” katanya
Anwar Hafid menegaskan, jika apa yang diprogramkan tidak terlaksana setelah terpilih, mereka siap untuk diminta mundur oleh masyarakat.
“Nanti ada itu visi-misi yang akan dibawa oleh para relawan masuk di rumah rumah. Silahkan bapak ibu baca dengan baik, silakan simpan dengan baik kontrak politik kami dengan ibu dokter. Kalau yang kami sebut itu atau yang kami tulis itu tidak kami lakukan setelah menjabat gubernur, teriaki kami. Silahkan demo kami suruh kami berhenti,” tegasnya.
Dia berpesan kepada masyarakat, untuk menghindari politik fitnah, uang dan indentitas.
“Jangan jelekkan calon lain. Hindari politik identitas. Ada biasa orang mengatakan jangan pilih ini karena tidak satu agama, jangan pilih ini karena kita tidak satu suku. Jangan kembangkan itu, karena seorang pemimpin ketika diangkat menjadi pemimpin, dia adalah pemimpin seluruh rakyat,” pungkasnya.
Acara ini turut dimeriahkan artis ibu kota seperti, Happy Asmara, Septi KDI dan Band lokal Palu The Mozka, serta influencer-influencer Kota Palu lainnya.
Saat ini Anwar Hafid dan Reny lamadjido telah memiliki dukungan 14 kursi yang terdiri dari, Partai Demokrat 8 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5 kursi dan Partai Bulan Bintang (PBB) 1 kursi, sehingga sudah melampaui dari yang dipersyaratkan KPU 11 kursi atau 20 persen dari 55 kursi DPRD Sulawesi Tengah.
Untuk diketahui, Anwar Hafid lahir pada tahun 1969 di Morowali dan akan genap 55 tahun pada 14 Agustus 2024 nanti.
Anwar Hafid mengawali karirnya sebagai kepala desa di Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Rante Balla, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, bekerja sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) selama satu tahun.
Setelah itu, menjabat Camat di Sorowako selama lima tahun, kemudian menjabat sebagai kepala bagian selama satu tahun, dan satu tahun lagi sebagai asisten 1 Bupati.
Selanjutnya, pada tahun 2007, terpilih sebagai Bupati Morowali selama dua periode. Kemudian, tahun 2019, Anwar Hafid menjadi anggota DPRI dan terpilih kembali di 2024.***






