Salah satu titik krusial berada pada ruas nasional Balingara–Bunta, tepatnya di segmen KM 444 (STA 25+000 hingga STA 25+300) yang sebelumnya rawan longsor. Dalam paket pekerjaan ini, penanganan di segmen tersebut dipastikan telah rampung 100 persen.
“Seluruh pekerjaan utama di segmen rawan longsor telah selesai. Kami memastikan kondisi jalan layak dan aman digunakan oleh masyarakat,” tegas Chandra.
Kesiapan ruas ini juga mendapat respons positif dari pengguna jalan. Jufri, seorang pengemudi rental mobil yang rutin melintasi jalur tersebut, mengaku merasakan langsung perbaikan kondisi jalan.
“Sekarang jalannya jauh lebih nyaman dan aman dilalui, terutama di titik yang dulu rawan longsor. Perjalanan jadi lebih lancar dan tidak khawatir lagi, apalagi menjelang tahun baru ini,” ujarnya.
Sebagai jalur nasional yang memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antardaerah di Sulawesi Tengah, kesiapan ruas Ampana -Balingara – Bunta – Pagimana menjadi prioritas Satker PJN Wilayah III.
Meski demikian, Chandra tetap mengimbau para pengendara untuk selalu waspada, khususnya saat melintasi kawasan rawan longsor, serta mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menjaga dan merawat infrastruktur jalan nasional agar tetap berfungsi optimal bagi masyarakat.
(ZF)






