Elektabilitas BERANI Melejit, Selebaran Berisi Fitnah Dihambur di Jalan untuk Menyudutkan Anwar Hafid

oleh -
oleh
Selebaran berisi fitnah terhadap Anwar Hafid dihambur di jalan jalan di Kota Palu, Sigi dan beberapa kabupaten lainnya. Foto: Ist

Syarifuddin Hafid adik kandung Anwar Hafid kepada media ini mengatakan hal serupa juga pernah terjadi di Morowali 10 tahun lalu.

“Kampanye hitam dalam bentuk selebaran yang dihambur-hambur di jalan, pak Anwar sudah alami 10 tahun lalu saat pemilihan bupati Morowali lalu. Jadi sudah tidak mempan. Namun demikian kami minta kepada aparat kepolisian dan bawaslu mengusut tuntas penyebar selebaran yang berisi kampanye hitam itu,” tegas wakil ketua DPRD Sulteng itu.

Menurutnya, terlalu kentera permainan kotor mereka yang membuat dan menyebarkan selebara itu. Sebab di sudut atas mereka tulis koran berani.

“Sungguh tidak masuk akal masa mereka tulis koran berani. Sementara tim berani tidak pernah bikin koran. Lucu dan menggelikan permainan mereka,” ujar ketua DPC Partai Demokrat Morowali itu.

Ia menegaskan tim hukum paslon nomor urut 2 Berani akan melakukan aduan untuk dilakukan langkah hukum.

Sebelumnya ketua badan pengawas pemilu (BASWASLU) Nasrun, SH yang dikonfirmasi via telepone di aplikasi whatsAppnya Sabtu (23/11-2024), menjelaskan upaya bawaslu melakukan pencegahan dengan melakukan Patroli pengawasan sesuai arahan bawaslu RI.

Mantan karyawan Ombudsman Sulteng itu menegaskan jika informasinya merugikan paslon bisa dikategorikan kampanye negatif. “Jika ada bukti silahkan dilaporkan,” jelas Nasrun.