Yudi, warga Tondo yang datang bersama keluarga, turut menyambut positif gelaran tersebut.
“Anak-anak senang, orang tua juga bisa menikmati. Hiburan seperti ini bisa mempererat kebersamaan keluarga,” ucapnya.
Dela, mahasiswi yang datang bersama teman-temannya, menyebut Berani Drag sebagai ajang refreshing yang menyenangkan.
“Palu butuh acara seperti ini. Bisa kumpul, nonton bareng, dan jajan juga,” katanya.
Selain sektor kuliner dan UMKM, industri perhotelan pun turut merasakan dampaknya. Tingkat hunian hotel meningkat, seiring banyaknya pengunjung dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Gorontalo, hingga Kalimantan.
“Palu jadi ramai. Kami dari Kendari datang khusus untuk ikut event ini. Sekalian menginap dan bertanding,” ujar Rama, salah satu peserta lomba.
Lebih dari sekadar ajang adu kecepatan, Berani Drag menjadi ruang berkumpul lintas komunitas, wahana hiburan keluarga, dan penggerak roda ekonomi lokal yang membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Palu.






