Gibran Bilang Monggo Langsung Ditegur, Saya Siap Dihukum

oleh -
Gibran Rakabuming Raka

Posrakyat.com— Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait namanya disinggung Aziz Yanuar, pengacara Front Pembela Islam ( FPI) terkait keramaian yang muncul saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, pada 4 September 2020 lalu.

“Kalau ada sesuatu yang salah monggo langsung ditegur. Saya siap ditegur dan mendapatkan hukuman,” ungkap Calon Walikota Solo itu dilansir kompas.com, baru-baru ini.

Gibran kepada wartawan mengaku sudah menaati peraturan soal peraturan yang diterapkan pemerintah dan KPU Solo.

“Sudah di bawah 50 orang,” tegas Gibran disingung soal kerumunan itu.

“Ada Bawaslu yang selalu mengawasi,” ungkapnya lagi.

Sekadar diketahui, KPU Solo mengizinkan ada rombongan yang mengantar pasangan calon saat mendaftarkan sebagai peserta Pilkada. Namun, jumlah pengantar dibatasi hanya 50 orang. Selain itu, dalam setiap agendanya selama Pilkada.

Menanggapi hal itu, muncul pernyataan Aziz mengkritik langkah polisi saat mengusut pelanggaran protokol kesehatan dalam acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Sabtu lalu.

Menurutnya, polisi tidak adil karena hanya mempermasalahkan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Rizieq dan FPI.

Padahal, banyak kegiatan lain di berbagai daerah yang menimbulkan kerumunan namun tidak ditindak. Aziz pun menyebut salah satunya acara yang digelar Gibran saat mendaftarkan diri ke KPU Kota Solo beberapa waktu lalu.

“Gibran daftar wali kota Solo, ngumpul banyak massa, enggak pakai masker, enggak jaga jarak, enggak masalah,” kata Aziz kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).(**)