Dalam rapat tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Ia meminta ketiga dinas untuk melakukan penyortiran terhadap pos-pos anggaran yang tidak prioritas, dan menunda pelaksanaan anggaran yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat, seperti penurunan angka kemiskinan dan stunting. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga penyintas bencana 2018 yang masih tersisa 78 unit.
Untuk proyek-proyek fisik yang membutuhkan anggaran besar, Gubernur juga menginstruksikan agar penggunaan anggaran dilakukan dengan skema multiyears, mengingat keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Telusuri kembali anggaran, kita tidak mau membuang uang untuk pekerjaan yang tidak tuntas, yang hanya membuat rakyat sengsara,” tegas Gubernur.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Gubernur Anwar Hafid optimis bahwa program-program BERANI dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulteng.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekretaris Provinsi Dra. Novalina, M.M, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga merangkap Plt. Kepala BPKAD Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Ir Asbudianto, ST., M.Si.,beserta pejabat terkait dari ketiga dinas.






