Gubernur Sulteng Hadiri Rembuk Budaya Perdana di Buol, Dapat Gelar Kehormatan dari Raja

oleh -
oleh
Penyambutan Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reny Lamadjido di Bandara Buol. Foto: Ist

Rekomendasi berikutnya menyangkut pembentukan Peradilan Adat Buol sebagai lembaga yang berfungsi menyelesaikan konflik atau sengketa melalui pendekatan hukum adat. Hal ini dimaksudkan untuk menghadirkan alternatif penyelesaian masalah yang lebih sesuai dengan nilai-nilai dan norma lokal masyarakat Buol.

Selain itu, dua rekomendasi lainnya menitikberatkan pada pelestarian seni dan bahasa daerah. Rembuk Budaya mengusulkan pembentukan Dewan Kesenian Buol sebagai motor penggerak pengembangan seni budaya, serta mendorong penguatan literasi Bahasa Buol dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum muatan lokal di jenjang sekolah dasar dan menengah pertama.

Usai melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Agung Buol, rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur kemudian bertolak ke Istana Raja Buol.

Gubernur dan Wakil Gubernur kemudian disambut dengan upacara adat sebagai tamu kehormatan Kerajaan Buol.

Agenda di Istana Buol kemudian dibuka dengan penyematan gelar kehormatan yakni Tau Doka (orang besar) kepada Gubernur Anwar Hafid oleh Raja Buol, Moh Syafri Turungku, yang disimbolkan dengan pengenaan songgo taud (penutup kepala kehormatan).

Kemudian penyematan gelar Tau Doka kepada Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido dilakukan oleh permaisuri Raja Buol, Lismeta Abd Habid yang disimbolkan dengan sarung khas Buol.

“Ini merupakan suatu kehormatan tertinggi bagi masyarakat buol menerima kunjungan kerja dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah,” kata Raja Buol dalam sambutannya.

Raja Buol menyebut penyematan gelar kehormatan kepada Gubernur merupakan bentuk penghormatan akan adat-istiadat Buol yang perlu dijaga.

“Penyematan gelar menunjukkan, akan pentingnya menjaga nilai adat istiadat di daerah kita,”

Ia juga berharap momentum ini dapat menjadi teladan bagi generasi muda di Buol dalam melestarikan kekayaan adat dan budaya di Buol.

“Kami juga berharap momen ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat yang kita warisi di sini,” tuturnya.