“Menemukan bahwa perpindahan gempa mungkin memainkan peran penting dalam menghasilkan tsunami Palu sama mengejutkannya dengan pergerakan yang sangat cepat selama gempa itu sendiri,” kata Thomas Ulrich, mahasiswa PhD di Universitas Ludwig Maximilian Munich dan penulis utama makalah ini.
“Kami berharap bahwa studi kami akan meluncurkan pandangan yang lebih dekat pada pengaturan tektonik dan fisika gempa yang berpotensi mendukung tsunami lokal dalam sistem patahan yang serupa di seluruh dunia,” tambahnya.
Tsunami Palu telah mengejutkan para ilmuwan karena telah menghancurkan komunitas di Sulawesi. Gempa itu terjadi di dekat batas lempeng aktif, di mana gempa bumi biasa terjadi. Anehnya, gempa bumi ini menyebabkan tsunami besar, meskipun terutama gerakan tanah secara horizontal. Tsunami skala besar biasanya disebabkan oleh gerakan vertikal.
Para peneliti bingung dengan apa yang terjadi. Bagaimana air dipindahkan untuk menciptakan tsunami ini: oleh tanah longsor, patahan, atau keduanya? Data satelit dari rekahan permukaan menunjukkan patahan yang relatif lurus dan mulus, tetapi tidak mencakup daerah lepas pantai, seperti Teluk Palu yang kritis.
Para peneliti bertanya-tanya, apa bentuk sesar di bawah Teluk Palu dan apakah ini penting untuk menghasilkan tsunami? Gempa ini sangat cepat. Bisakah kecepatan rekahan memperbesar tsunami? Akhirnya pertanyaan tersebut berhasil terjawab. Pekerjaan tim ini diterbitkan dalam Pure and Applied Geophysics.
Sumber : Tempo.co






