PosRakyat.com – Iran belum memutuskan apakah akan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Keputusan itu bergantung pada sikap Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi tuntutan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi Qatar, Al Jazeera, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/9/2026).
Sementara, dikutip dari Xinhua pada Minggu (20/9/2026), Rezaei menyebut bahwa Iran sendiri masih berkomitmen terhadap fatwa keagamaan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang melarang pengembangan senjata nuklir.
“Namun, kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ujar Rezaei.
Ia menegaskan, Washington perlu mempertimbangkan syarat-syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang. Syarat tersebut mencakup penghentian permusuhan di seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pencabutan blokade maritim terhadap Iran.
Rezaei juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan para mediator dari Qatar dan Pakistan masih berlangsung. Iran, kata dia, telah menyampaikan persyaratan untuk membuka perundingan dengan Amerika Serikat melalui kedua negara tersebut.
Konflik Iran-AS dan Israel
Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat disebut semakin memanas setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar Israel, pangkalan militer, serta aset-aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat pengawasannya terhadap Selat Hormuz.
Selanjutnya, pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengakhiri perang di seluruh front di kawasan tersebut.
Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan menggelar perundingan selama 60 hari, hingga 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan final.
Namun, perkembangan perundingan tersebut masih belum jelas menyusul serangkaian eskalasi antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.
Editor: ZF



