Masih kata ustad Moh. Atmal, yang kedua adalah ukuwah Wathoniyah yaitu ukuwah kebangsaan yaitu kecintaan kita kepada bangsa dan tanah air Indonesia, membela eksistensi tanah air dari berbagai bentuk ancaman baik yang datang dari luar maupun dalam negeri.
Dan yang ketiga terang Iptu Moh. Atmal, ukuwah basyariyah, yaitu merupakan bentuk persaudaraan yang berlaku pada semua manusia secara universal tanpa membedakan ras, agama, suku, dan aspek-aspek kekhususan lainnya.
“kami dihadirkan untuk bergabung dalam satgas Madago Raya adalah dalam rangka kemanusiaan, membina, membimbing dan mengajak masyarakat untuk saling mencintai sesama walaupun ada perbedaan serta mengingatkan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas Moh. Atmal.
Kasatgas Humas Ops Madagoraya melalui wakilnya AKBP Bronto Budiyono di Poso mengungkapkan bahwa kegiatan Da’i dan Da’iyah Satgas Ops Madagoraya dalam mengisi materi kepada adik-adik Pramuka yang mengikuti kemah bhakti Harmoni di lapangan Denzipur 15 Siwagi Lembah Maroso, Kamis 25 November 2021.
“Tim Da’i dan Da’iyah Satgas Madago Raya memberikan materi wawasan kebangsaan kepada adik-pramuka, bahwa kita ini hidup dalam beragam suku bangsa harus bisa hidup berdampingan antara satu sama lainnya demi keamanan dan kedamaian Kabupaten Poso dan Indonesia pada khususnya,” pungkas Bronto.***






