Namun, pantauan di lapangan belum lama ini menunjukkan banyak titik kerusakan di ruas jalan tersebut yang dibiarkan tanpa perbaikan. Bahkan, badan jalan terlihat penuh dengan sisa campuran semen yang mengeras, mengganggu estetika dan diduga mempengaruhi kualitas aspal.
“Baru selesai dikerjakan, tapi sudah banyak bagian yang rusak. Selain itu, sisa semen dari pengecoran bahu jalan dibiarkan mengeras di badan jalan, sehingga tampak kotor,” ujar seorang warga beberapa hari lalu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun Dinas PUPR Donggala belum memberikan tanggapan terkait permasalahan ini. Masyarakat berharap ada tindakan tegas untuk memastikan kualitas proyek sesuai dengan anggaran besar yang telah dialokasikan.
(ZF)






