Sebagai salah satu proyek infrastruktur vital pascabencana, rekonstruksi Jembatan Palu 4 dimulai sejak 1 Juli 2022 dengan pendanaan dari hibah pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek ini diawasi langsung oleh konsultan Jepang, Oriental Consultant Global Co., Ltd, dengan Tokyu Construction Co., Ltd sebagai kontraktor utama dan PT Waskita Karya sebagai subkontraktor.

“Saat ini, pekerjaan yang tersisa mencakup pembangunan oprit jembatan, pengaspalan, serta tahap finishing. Para pihak yang terlibat optimistis bahwa penyelesaian dapat lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” jelas Dadi.
Ia berharap Jembatan Palu 4 tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara Palu Barat dan Palu Timur, tetapi juga menjadi ikon baru kebangkitan Kota Palu pasca-gempa dan tsunami 2018.
“Dengan desain modern dan struktur yang lebih kuat, jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta menjadi simbol harapan dan pembangunan bagi masyarakat Palu,” pungkas mantan Kepala BPJN Bangka Belitung itu.






