Kejaksaan Donggala Tetapkan Tersangka Baru Kasus BLM PUAP

oleh -
Erfandy Rusdy Quiliem SH MH, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang. (Foto : Ist)

Palu,PosRakyat.com– Perkara Korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala (Pantai Barat), penyidik menetapkan tersangka baru.

Keputusan penyidik kejaksaan menetapkan tersangka baru sesuai amar putusan Majelis Hakim Tipikor Palu, menyatakan terdakwa Drs Zabir AM dinyatakan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Donggala di Sabang, Erfandy Rusdy Quiliem SH MH pada Minggu, 2 Maret 2020 membenarkan adanya tersangka baru yang ditetapkan penyidiknya usai terdakwa Drs Zabir AM divonis bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama).

“Tersangka baru dari perkara korupsi Pak Zabir ini berinisial NM, dan penyidik kami sudah menetapkan status tersangka tinggal ditetapkan ke dalam tuntutan,” ungkapnya.

Lanjut Efandy mengatakan, bahwa modus dari perkara korupsi dana BLM PUAP Desa Bukit Barapan ini tersangka yang baru bersama terdakwa Drs Zabir AM itu secara bersama-sama melakukan pidana korupsi.

“Jadi alat bukti yang dipakai selain dari Pak Zabir, ada dokumentasi lain berkaitan dengan pengusulan dana BLM PUAP, dan tersangka baru NM ini melaksanakan tugas dan kewenangannya selaku Penyedia Mitra Tani (PMT),” terangnya.

Menurutnya, tersangka baru berinisial NM merupakan pensiunan (Eks) karyawan bank plat merah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi bank dimaksud tetap beroperasi di wilayah Kabupaten Donggala.

Sebelumnya, Majelis Hakim Tipikor Palu memvonis Drs Zabir AM menjalani hukuman pidana 1 tahun 6 bulan penjara, dan denda 50 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Terkait perkara korupsi penyalahgunaan dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala (Pantai Barat), yang merugikan keuangan negara sebesar Rp100 Juta.

“Terdakwa Drs Zabir AM dinyatakan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama, sehingga divonis penjara 1 tahun 6 bulan penjara, dan denda 50 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara,” ungkap Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada SH MH, saat membacakan amar putusan perkara korupsi terdakwa Zabir, di Pengadilan Tipikor Palu, Kamis, 27 Februari 2020.  (man/ZF)

loading...