Kelapa Dalam Masih Komoditi Unggulan Donggala

oleh -
Salah satu perkebunan kelapa yang menjadi unggulan komoditi sejak zaman Hindia Belanda. (Foto : Jamrin AB)

Donggala, Posrakyat.com – Kelapa dalam masih menjadi unggulan di antara sejumlah jenis komoditi perkebunan yang ada di Kabupaten Donggala, disusul tanaman cengkeh masih mendominasi baik luas area tanam maupun hasil produksinya. Hal tersebut terlihat dalam data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala yang dirilis awal tahun 2020 menunukkan angka 28.139 hekatare luas tanaman kelapa dalam yang menghasilkan, belum termasuk diluar tanaman yang belum menghasilkan karena berbagai faktor ada sekitar 2.072 hektare.

Sedangkan luas tanaman kelapa yang tidak menghasilkan 1.957 hektare disebabkan pohon sudah tua. Dari seluruh jumlah luas tanaman kelapa dalam di seluruh Kabupaten Donggala menghasilkan 28.453 ton setiap panen. Kejayaan kopra dari tanaman kelapa sudah berlangsung sejak zaman Pemerintah Hindia Belanda dikenal sebagai komoditi ekspor sampai ke negara-negara Eropa. Pemerintah membuka lahan konsesi kelapa di Pantai Barat Donggala hingga kini masih berproduksi dan telah menjadi milik perorangan.

Sedangkan tanaman pohon cengkeh 5.117 hektare dengan produksi berkisar 1.748 ton setiap musim panen dengan harga normal saat ini sekitar Rp 75.000 hingga Rp 80.000 yang sebelumnya pada pertengahan tahun 2019 lalu harga bunga cengkeh kering mencapai Rp 100.000, namun harganya turun saat musim panen.

Menurut Ishak Nazaruddin selaku Kasub Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, selain kelapa dan cengkeh yang memiliki luas tanam, menyusul pula tanaman kakao dan kelapa sawit. Tanaman kakao memiliki luas tanam sekitar 30.595 hektare dengan hasil produksi 17.306 ton, namun dari jumlah tersebut terdapat 3.916 hektare tanam yang tidak menghasilkan produksi karena sudah rusak.

Khusus tanaman kelapa sawit di wilayah Kabupaten Donggala terdapat di Kecamatan Rio Pakava dan sebagian di Kecamatan Dampelas, sedangkan kelapa hibrida terbilang kecil hanya 313 hektare yang menghasilkan. Adapun komoditi lain dari hasil tanaman perkebunan yaitu berupa sagu, lada, pala, kopi, kapuk, kemiri, dan jambu mente. Cuma saja dari jenis komoditi tersebut tidak dominan dalam memproduksi, karena luas tanam tidak besar.

JAMRIN ABUBAKAR

loading...