Kerusuhan di PT GNI, Gubernur Cudy Harap Semua Pihak Beri Solusi yang Menyejukkan

Redaksi
Suasana di area PT GNI. Foto: Istimewa
A-AA+A++

PosRakyat – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Rusdy Mastura sangat menyayangkan bentrok di kawasan PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI), Sabtu, 14 Januari 2023.

Gubernur yang akrab disapa Kak Cudy ini meminta kepada semua tokoh pemangku kepentingan khususnya di daerah ini agar  memberikan solusi atas peristiwa tersebut.

Baca Juga: Dua Menteri Jokowi Dikabarkan Bakal Maju Calon Ketum PSSI, Berikut Tanggapan Lieus Sungkharisma

Baca Juga: APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise, Ini Faktanya

Baca Juga: Ketua Kosgoro 1957 Tolitoli Sambut Baik Pembangunan Smelter Tembaga di KEK Palu, Diharapkan Bisa Redam Konflik di Tengah Masyarakat

“Jangan membuat komentar-komentar yang tidak menyejukkan semua pihak,” ujar gubernur melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Januari 2023.

Gubernur Cudy juga meminta kepada Polri untuk dapat menyelesaikan persoalan ini sesuai hukum yang berlaku. Dan juga meminta agar kejadian ini tidak terjadi lagi di masa akan datang.

Menurutnya Cudy sapaan akrab H. Rusdy Mastura, pihak kepolisian sangat mampu untuk menciptakan keamanan dan melakukan penegakan hukum.

Selain itu, H. Rusdy Mastura juga  menyampaikan rasa duka yang mendalam atas timbulnya korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto dalam keterangannya kepada jurnalis, Minggu, 15 Januari 2023 menyebutkan bahwa, polisi hingga saat ini belum mengantongi identitas para korban jiwa tersebut.

Menurutnya, dari laporan kepolisian, kerusuhan tersebut bermula dari tuntutan ratusan karyawan yang meminta perpanjangan kontrak kepada perusahaan PT GNI. Selain itu juga diajukan sejumlah tuntutan lainnya.

Karena tidak ada kesepakatan dengan pihak perusahaan, karyawan pun mogok kerja.

Aksi yang dilakukan pada Sabtu, 14 Januari 2023 pagi kemudian berlanjut malam hari, bahkan mulai mengarah ke tindakan anarkis.

Sejumlah fasilitas yang ada di dalam kawasan perusahaan tambang nikel tersebut dirusak dan dibakar.

Aparat kepolisian dari Polres Morowali Utara yang turun ke lokasi harus melepaskan tembakan berkali-kali untuk meredam bentrokan.

Dia mengatakan, para pengunjuk rasa ini dihentikan oleh sekuriti yang akhirnya cekcok. Kemudian pada malam hari menerobos masuk ke area perusahaan GNI.

Kericuhan pun tak terhindarkan antara karyawan di dalam dan yang lagi mogok kerja hingga terjadi pembakaran mobil, motor dan mes yang jumlahnya belum diketahui.

Situasi di lokasi PT GNI saat ini dilaporkan mulai kondusif. Ratusan personel Brimob dari Polda Sulteng dikerahkan pada Ahad pagi ke lokasi kejadian.

Seperti diketahui, telah beredar luas di media sosial berupa Vidio bentrok di PT GNI pada Sabtu, 14 Januari 2023.***