“Untuk itu pers Indonesia harus mampu berdiri dan bergerak sebagai bagian utuh bangsa dan terus menjaga Indonesia. Saya ingatkan, bahwa PWI lahir dari rahim revolusi bersama lahirnya NKRI” tegas Tri Putra.
Untuk menjalankan tugas mulia tersebut, pers harus dikelola secara profesional dan bermartabat.
“Wartawan dan pemilik media dituntut patuh pada kode etik, undang-undang, dan peraturan lainnya berkaitan dengan pers. Bagi anggota PWI juga berlaku kode perilaku PWI,” ujarnya.
“Tanpa itu, mustahil pers mampu memainkan peran sebagai mercusuar yang memberi arah dan panduan bagi masyarakat dan bangsa,” ucap Tri Putra.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Poso, Markus Wutabisu, dalam sambutannya mewakili Bupati, mengapresiasi positif kerja-kerja jurnalistik yang dilaksanakan PWI.
Pemkab Poso selama ini terbantu dengan informasi, berita, dan kontrol sosial yang dilakukan wartawan yang tergabung dalam PWI.
“PWI bersama seluruh wartawan di Poso menjadi mitra strategis pemerintah dalam layanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan melalui penyebaran informasi dan kontrol sosial. Kami berterima kasih atas kontribusi PWI dan wartawan mengawal pembangunan Poso,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut Rusli Suwandi menjabat sebagai ketua, Samsuyadi sekretaris, dan Ishaq Hakim sebagai bendahara masa bakti 2024-2027. Kepengurusan juga dilengkapi dengan beberapa seksi.






