Selanjutnya, untuk sektor perikanan, Yus Mangun mengatakan Tolitoli merupakan daerah sumber pengelolaan SDA terutama pengembangbiakan udang. Untuk hal ini Tolitoli mendapat perhatian khusus terhadap 2 komoditi yaitu udang dan ikan bandeng.
Sementara terkait pengembangan cengkeh dan tempurung di daerah Salakan, yang mempunyai produktivitas 2 sampai 3 kali lipat.
Yus Mangun mengatakan, peningkatan pendapatan masyarakat Sulteng secara umum sebesar 10,6 persen setelah Maluku Utara dan Riau yang merupakan tertinggi ke-3 di Indonesia sebagai tambang nikel sebagai sumber utama.
Pendapatan itu perlu diatur agar dapat membawa kemaslahatan masyarakat.
“Sampai hari ini dana bagi hasil dari tambang nikel yang telah ditetapkan Rp221 Milliar sedangkan berdasarkan perhitungan dapat mendapatkan dana sebesar Rp2 Triliun sampai Rp4 Triliun,”jelasnya lagi.
Yus Mangun pun menginformasikan bahwa Pemprov Sulteng saat ini meluncurkan program penghapusan data / denda pajak untuk semua kendaraan bermotor. Program ini katanya dapat menguntungkan tunggakan pembayaran pajak kendaraan dinas daerah Tolitoli.
Selanjutnya perubahan usulan struktur pada dinas pertanian, dinas peternakan dan perkebunan menjadi dinas peternakan, dinas pertanian dan dinas perkebunan.
Lalu pembentukan badan riset dan inovasi (BRIDA) dengan setiap daerah diharuskan membentuk badan baru tersebut.
Serta terkait kesulitan tanaman pangan dan hortikultura menjadi perhatian terkait irigasi. Irigasi induk, sekunder yang tidak berfungsi. Sehingga perlu dibentuk Pansus berkaitan fasilitas penunjang pertanian terkait peningkatan dan produktivitas petani.***






