Kualitas Buruk Proyek Taman Likuifaksi Sigi, Sejumlah Kerusakan Serius Dibiarkan Tanpa Penanganan 

oleh -
oleh
Taman Likuifaksi kabupaten Sigi, Sulteng. Foto: ZF

PosRakyat – Ruang Terbuka Hijau (RTH), Taman Relief Likuifaksi bernilai miliaran rupiah terletak di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dinilai minim pemeliharaan dan sudah mengalami kerusakan serius. Dugaan rendahnya kualitas menjadi faktor kerusakan dini.

Salah satu pihak yang mengkritik atas kondisi buruk proyek taman Likuifaksi ini datang dari Pemerhati Ruang Publik Sulawesi Tengah setelah ditemukannya kerusakan serius di lokasi itu. Sementara diketahui proyek tersebut baru diresmikan pada 19 Februari 2025 lalu.

Ahmad Rifai, pemerhati ruang publik, menyebutkan bahwa fasilitas umum seperti kamar mandi yang sebelumnya dibangun untuk mendukung kenyamanan pengunjung, kini mengalami kerusakan berat. Plafon bangunan tampak jebol, cat dinding mengelupas, paving block ambles, lantai lapangan lintasan lari yang beberapa titik retak dan ambles, serta lingkungan sekitarnya tampak tidak terurus.

“Kondisi ini menimbulkan kesan kumuh dan terbengkalai. Yang lebih disayangkan lagi, bangunan sentra UMKM yang semestinya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga lokal kini mangkrak. Kios-kios terlihat kosong, beberapa bagian rusak, dan tidak digunakan sama sekali,” ujarnya, Sabtu, (12/7).

Genangan air pada tenda canopy membrane menyebabkan kerusakan pada tenda. Foto: ZF
Lapangan lintasan lari taman likuifaksi Sigi tampak retak dan ambles. Foto: ZF
Terlihat paving block taman likuifaksi Sigi ambles dan ditumbuhi rumput. Foto: ZF

Baca Juga: Gubernur Apresiasi Berani Boxing II: Momentum Majukan Olahraga Tinju di Sulteng

Baca Juga: Advokat Rakyat Sulteng Desak Menteri Nusron Tindak Tegas Perusahaan Sawit Tanpa HGU

Menurutnya, pembangunan ruang terbuka hijau seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencitraan saat peresmian, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemeliharaan fasilitas agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

”Bagaimana bisa taman yang belum genap setengah tahun diresmikan sudah rusak? Ini harus menjadi perhatian serius. RTH ini dibangun dengan dana miliaran rupiah, dan seharusnya jadi simbol pemulihan dan semangat kebangkitan masyarakat pascabencana,” tegasnya.