Menurut Yoes, keunggulan pasangan Anwar Hafid-Reny Lamadjido terlihat di hampir semua kelompok demografi. Keunggulan ini didukung oleh tiga faktor utama, yaitu popularitas dan tingkat kesukaan, citra personal Anwar Hafid, serta intensitas sosialisasi yang lebih tinggi.
“Anwar Hafid dikenal oleh 72,4% responden dengan tingkat kesukaan 73,2%. Sedangkan Reny Lamadjido, meski baru dikenal oleh 58,1% responden, memiliki tingkat kesukaan hingga 80,1% di antara mereka yang mengenalnya,” ujar Yoes.
Dari segi citra personal, Anwar Hafid dianggap unggul dalam aspek perhatian kepada rakyat, kejujuran, keberanian, religiusitas, kebugaran, dan kemampuannya memimpin Sulawesi Tengah.
Yoes juga menyebutkan bahwa sosialisasi intensif yang dilakukan Anwar Hafid berdampak positif, dengan 19,1% responden mengaku pernah bertemu langsung dengannya. Selain itu, 7,4% responden mengenal namanya dari media cetak, dan 7,8% lainnya pernah didatangi tim suksesnya.
Survei LSI ini melibatkan 800 responden warga Sulawesi Tengah yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan sampel menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.
“Dinamika Pilgub Sulawesi Tengah masih cukup tinggi, dengan 25% pemilih belum menentukan pilihan,” tambah Yoes, mengingatkan pentingnya kerja keras tim pemenangan dan sosialisasi meluas untuk meraih dukungan dalam Pilgub yang dijadwalkan pada 27 November mendatang.






