Menkes Terawan Jadi Sasaran Tembak Publik Untuk Diganti

oleh -
oleh
FOTO IST.

Sementara itu, menurut Mardani, kalangan akademisi perlu diangkat sebagai menteri. Dia berharap pengangkatan menteri berdasarkan kapasitasnya.

“Kita sudah lama tinggalkan zaken kabinet. Mungkin layak kita promosikan orang baik di kampus,” kata dia.

Sementara itu, peneliti senior LIPI Siti Zuhro menilai survei ini menegaskan status milenial atau anak muda tak menjamin kualitas kinerja kabinet. Seperti digemborkan menteri muda atau milenial sebelum Jokowi memilih menterinya tahun lalu.

“Wanti-wanti saya, ini adalah memimpin negara, kalau memimpin negara berbeda dengan memimpin perusahaan yang hanya kecil. Memimpin negara belum lagi nanti masuk ke birokrasi. Kalau orang masih asing mengelola birokrasi, akan sangat susah,” kata dia.

Siti mencontohkan Nadiem. Keberhasilan membangun perusahaan digital berbeda dengan kerja di kabinet. Tergambar dalam persepsi publik. Apalagi Nadiem memegang kementerian yang sangat krusial yaitu pendidikan, yang kini juga kembali mengurus hingga pendidikan tinggi.

“Pak Jokowi jangan coba-coba melakukan test case seperti ini. Bidang pendidikan ini sentral banget. Menyangkut peradaban. Jadi bukan sekali saya katakan ini. Saya sudah mengatakan ini jauh-jauh hari, tolong hati-hati,” pungkasnya.**