Cudy sapaan akrab Rusdy Mastura hanya menjelaskan ke konstituennya hasil yang diamanatkan. Ia berjanji akan melanjutkan dengan transformasi pembangunan menuju Sulteng Emas. Hingga 24 Nopember 2024 ia terus mengelilingi Banggai hingga Toili.
Bagaimana dengan Cawagub Sulaiman Agusto Hambuako? Tim Wacagub menyisir dari Napu, Poso, Ampana hingga Banggai. Titik titik kampanye Sulaiman Agusto Hambuako (SAH) menyilang sempurna dengan Tim Cudy. Bahkan, gubernur yang cuti akan kembali ke Pagimana untuk menyelesaikan masalah air bersih di sebuah desa. Jaya Bhakti. Cudy tak sanggup mendengar rakyatnya mengeluh kesah.
Lantas bagaimana dengan Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta mengunci seluruh desa dengan Pos Kamling dan portal. Mencegah politik uang dan serangan Sembako. Ia pun memberikan hadiah ke masyarakatnya bila berhasil penangkap pelaku, kurir, relawan atau aktivis partai politik yang menodai Pilkada. ‘’Sigi semua kepala desa sudah kami surati. Waspada dan buat portal. Buat Siskamling,’’ kata Iwan kepada tim Pusat Data, IT dan Media Sangganipa di kampanye BTN Palupi Permai semalam.
Palu, kata Ketua Relawan Bantaya Yahdi Basma paling rawan dengan serangan politik uang, pengaruh oknum aparat yang diduga memenangkan satu Paslon dan Sembako. Ia akan menerjunkan 507 orang pasukan siap pengawal di Kota Palu. Bahkan beberapa relawan militan mengawasi pembagian minyak goreng (Migor) ke Kepala Keluarga oleh relawan Paslon tertentu. ‘’Kita sudah mengetahui modusnya. Kita tau besok itu ada. Jangan nekad. Kita juga lebih bisa,’’ tandas mantan Anleg DPRD Sulteng Fraksi Nasdem itu.
Sedangkan untuk Kabupaten Donggala, dilakukan hal yang sama. ‘’Silahkan saja bagi Sembako. Kita tangkap dengan oknum aparatnya bila perlu. Dicoba saja. Kita juga punya strategi,’’ tandas Penangungjawab Koalisi Relawan Sangganipa wilayah kabupaten tertua itu.
Semalam kampanye di BTN Palupi Permai, dua kader relawan Berani dan Beramal pindah ke Sangbanipa.






