Proyek pembangunan dinding penahan tanah Sungai Ngia dikerjakan oleh PT Selaras Mandiri Sejahtera (SMS), dengan nama pekerjaan Perbaikan Sungai di Wilayah Kota Palu (Hilir Palu Mempertimbangkan Tindakan Penanggulangan Tsunami, Kawatuna, Sungai Ngia).
Nilai kontrak proyek mencapai Rp150.997.000.000 dengan sumber dana dari PHLN LOAN JICA IP-580, tahun anggaran 2023–2024. Nomor kontrak HK 0201-Bws13.7.1/404. Proyek ini berada di bawah naungan Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS Palu – Lariang, WS Parigi – Poso, WS Kaluku – Karama, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu (BWSS III), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR. Masa pelaksanaan proyek adalah 517 hari kalender dan saat ini telah diperpanjang hingga Agustus 2025.
Project Manager PT SMS, Anang Widodo, ST, mengakui terdapat kerusakan pada sejumlah titik dinding penahan Sungai Ngia. Ia menyebut saat ini proyek sedang dalam tahap pra-Provisional Hand Over (PHO), dan pihaknya akan melakukan koreksi dan perbaikan atas temuan kerusakan tersebut.
“Pylox merah itu hasil dari koreksi pra-PHO. Setelah diperbaiki, baru akan dilakukan PHO kembali,” jelas Anang saat ditemui di kantor direksi keet PT SMS, Kelurahan Lere, Palu Barat.
Anang mengakui bahwa beberapa titik beton tampak kropos akibat lemahnya penggunaan vibrator saat pengecoran.
“Kami menggunakan beton K-175. Kalau ada pori, itu karena metode kerja yang kurang maksimal, khususnya di penggunaan vibrator,” ungkapnya.
Untuk perbaikan, kata dia, pihaknya akan membongkar bagian yang rusak dan mengganti material menggunakan semen khusus jenis MU-200, bukan semen biasa.






